Inilah 4 Mantan Pria Metropolis Yang Gabung Dengan ISIS

pemuda-metroseksual-asal-mesir-bergabung-dengan-isisIrak, PADANGTODAY.com – Kelompok militan muncul berbarengan dengan konflik di Irak dan Suriah itu kini seakan semakin menggeliat. Gerakan mereka di tanah Suriah dan Irak juga membuat beberapa penduduk di kedua negara itu ketar-ketir.

Advertisements

Mereka juga terus melancarkan perekrutan-perekrutan untuk menarik para pelaku jihad baru ingin berperang dengan mereka dalam menghadapi musuh-musuh ISIS. Kelompok ini kerap menggunakan media sosial sebagai ajang perekrutan para pelaku jihad baru ingin gabung dengan mereka.

Pada Juni lalu kelompok pimpinan Abu Bakr al-Baghdadi itu menyatakan mendirikan khalifah dengan nama Negara Islam (IS) dan membuang embel-embel kata Irak dan Suriah di belakangnya.

Tentu saja ini makin membuat banyak warga awam yang merasa tergerak dengan ISIS tertarik bergabung dengan kelompok itu. Mereka tidak hanya berasal dari kalangan masyarakat umum, melainkan ada yang datang dari penyanyi atau bahkan pria metroseksual.

Bahkan sang algojo penggorok James Foley diduga seorang jihadis asal Inggris dikenal dengan nama John dan dikatakan seorang penyanyi rap yang telah meninggalkan dunia musik demi bergabung dengan ISIS.

Paling tidak biasa adalah ketika seorang pria Mesir bernama Islam Yaken bergabung dengan ISIS meski sebelumnya dia dicap sebagai pria metroseksual.

Berikut empat mantan pria metropolis gabung ISIS yang dilansir dari berbagai sumber:

1.Mantan penyanyi rap asal Inggris jadi jihadis dan diduga bunuh jurnalis AS
Seorang mantan penyanyi rap asal Inggris yang meninggalkan musik demi bergabung dengan barisan kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) sekarang sedang diselidiki oleh pihak berwenang Inggris menyusul pembunuhan terhadap jurnalis asal Amerika Serikat James Foley di Suriah.

Abdul Majid Abdul Bary dilaporkan meninggalkan rumahnya di London pada tahun lalu untuk bertarung dengan ISIS di Suriah.

Dia awalnya dikenal sebagai ‘L Jinny’ atau ‘Lyricist Jinn’ saat karir musiknya dimulai. Ini menurut sebuah laporan dari koran the Independent.

Beberapa single dan videonya bahkan pernah ditayangkan di BBC Radio pada tahun 2012, menurut surat kabar itu.

Penyanyi rap berusia 24 tahun itu menjadi perhatian nasional pada awal tahun ini ketika dia mengunggah foto dirinya di Twitter tengah memegang kepala orang sudah terpenggal di Suriah.

2.Mantan penyanyi rap Jerman tewas saat jadi jihadis di Suriah
Mantan penyanyi rap asal Jerman yang bergabung dengan kelompok jihadis untuk bertempur di Suriah dikabarkan telah tewas dalam serangan bom bunuh diri, yang dilakukan oleh kelompok pejuang saingan. Ini seperti dilaporkan sumber dari kelompok jihad dan sebuah organisasi pemantau pada hari ini.

Denis Mamadou Cuspert, yang sebelumnya pernah menjadi penyanyi rap dengan nama Deso Dogg tapi kemudian mengubah namanya menjadi Abu Talha al-Almani di Suriah, dilaporkan tewas dalam serangan bunuh diri pada Ahad kemarin di sebuah provinsi di bagian timur Suriah.

Dia menjadi anggota Negara Islam Irak dan Levant (ISIL) dan dilaporkan tewas dalam serangan bom bunuh diri ganda dilakukan oleh Front Al-Nusra, sebuah kelompok jihadis saingan yang merupakan afiliasi Al-Qaidah di Suriah.

3.Pemuda metroseksual asal Mesir bergabung dengan ISIS
Warga Mesir selama akhir pekan kemarin beramai-ramai mengekspresikan kebingungan mereka di media sosial atas kabar seorang pemuda bernama Islam Yaken, di mana menurut unggahan di jejaring sosial, telah bergabung dengan kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS),meski sebelumnya dia dicap sebagai pria metroseksual.

“Kabar mengenai Islam Yaken ini sangat menakutkan! Dia dulu bersama saya di SMA,” tulis seorang wanita Mesir yang terkejut mendengar kabar itu di Twitter.

Dalam sebuah gambar diunggah di media sosial, Yaken terlihat mengacungkan sebuah pedang sambil menunggang kuda sebagai anggota ISIS di Suriah.

4.Mantan penyanyi religius Saudi jadi jihadis ISIS
Setelah menghabiskan waktu selama lima tahun bekerja sebagai penyanyi religius dan kemudian menjadi imam di sebuah masjid di Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi, Maher Mishal al-Shwaib, 25 tahun, bergabung dengan kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) pada April lalu.

Al-Shwaib melakukan perjalanan ke Suriah pada April lalu dan bergabung dengan warga Suriah untuk melawan rezim pemerintahan Presiden Basyar al-Assad dan kemudian ISIS.

Meskipun temannya, Raed Fahad, yang juga seorang penyanyi religius dan dia temui di Suriah, meninggalkan ISIS setelah menyadari kelompok itu sebagai organisasi teroris, Al-Shwaib terus tampil sebagai penyanyi lagu-lagu Islami dan meminta kaum pria Suriah dan anak-anak untuk bergabung dengan ISIS.(mr/nol)

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*