Inilah Kisah Perjuangan Guru Honor Kuliahkan Anaknya

Mulyadi (47) dan sang putri Sri Wahyuni Mulia (18) saat melakukan kunjungan ke Graha Kemandirian Dompet Dhuafa Singgalang terkait penyerahan donasi biaya pendidikan oleh Finance Operasional DDS, Fera Zora, pada Selasa (23/6) lalu (nisa).

Mulyadi (47) dan sang putri Sri Wahyuni Mulia (18) saat melakukan kunjungan ke Graha Kemandirian Dompet Dhuafa Singgalang terkait penyerahan donasi biaya pendidikan oleh Finance Operasional DDS, Fera Zora, pada Selasa (23/6) lalu (nisa).

Advertisements

Padang, PADANGTODAY.com-Berprofesi mulia sebagai pahlawan tanpa tanda jasa alias guru, tak serta merta memudahkan nasib seorang ayah, Mulyadi (47) untuk menyekolahkan putrinya, Sri Wahyuni Mulia (18).

Mulyadi yang berprofesi sebagai guru honor, tidak memiliki biaya yang cukup untuk menyekolahkan putrinya ke perguruan tinggi. Warga Jorong Sukorejo Nagari Desa Baru, Kec. Ranah Batahan, kab. Pasaman Barat ini, akhirnya menghentikan pengharapannya di Graha Kemandirian Dompet Dhuafa Singgalang.

Sebagai guru honor, ia mengajar pada tiga sekolah. Jam mengajarnya dua kali lipat dibanding jam mengajar PNS yang telah sertifikasi.

Yuni, begitu sang putri akrab dipanggil, telah dinyatakan lulus jalur PMDK di IAIN Bukittinggi. Namun, sayangnya, dengan gaji bersih sebesar Rp.500 ribu per bulan, dipastikan tidak cukup untuk mendanai kebutuhan pendidikan Yuni.

Untuk menambah penghasilan, menjelang subuh Mulyadi berjualan tahu hingga perbatasan Sumbar-Sumut. Setiap pukul 4.30 WIB, ia telah menjemput tahu ke salah satu pabrik di dekat tempat ia tinggal untuk dijual ke perbatasan tersebut.

Sebelumnya, Mulyadi telah mencoba untuk memberitakan permohonannya ini lewat harian umum Singgalang, agar ia mendapat perhatian para dermawan. Pihak Singgalang yang bermitra dengan DDS, mengabarkan kondisi ini kepada Branch Manager DDS, Musfi Yendra.

“Kami tahu kondisinya dari Pemimpin Redaksi harian Singgalang, Khairul Jasmi. Karena itu, kami membantu pembiayaan akademis Yuni semampu kami,” tutur Musfi Yendra.

Mulyadi mengaku lega. Lewat kedatangannya yang disambut Finance Operasional DDS, Fera Zora, pada Selasa (23/6) lalu, harapan Mulyadi berbuah hasil.

“Alhamdulillah, Dompet Dhuafa Singgalang membukakan jalan bagi kami,” tutur Mulyadi haru.

“Kami telah mencoba mengadakan kontak dengan para donatur kami, dan Alhamdulillah kami memiliki sejumlah biaya yang mampu meringankan biaya operasional kuliah Yuni nantinya,” tutur Fera.

Fera juga menyampaikan harapannya terhadap Yuni, bahwa keberhasilan juga didorong dengan semangat Yuni sendiri untuk berjuang mengejar prestasinya. Gaya hidup, akan selalu mempengaruhi tatanan berfikir mahasiswa.

“Jangan sampai mengikuti gaya hidup yang tak akan pernah berhenti mempengaruhi mahasiswa, sehingga yang terjadi bukan total untuk berprestasi, namun malah mengikuti tren saja,” pungkas Fera. (nisa)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*