Inilah Kritik PAN Terhadap Amien Rais Atas Pilkada Tak Langsung

amien-rais-tak-bisa-terima-kekalahanJakarta, PADANGTODAY.com – Doktor lulusan universitas di Amerika Serikat, Amien Rais adalah salah satu motor penggerak Reformasi 98.

Amien yang kala itu dimusuhi Orde Baru, berapi-api menuntut perubahan rezim korup yang dipimpin Presiden Soeharto. Setelah Reformasi bergulir, Amien lantas menjabat sebagai ketua MPR dan menjadi salah satu motor penggagas pemilihan presiden langsung oleh rakyat.

Namun, saat ini Amien justru mendukung pemilihan kepala daerah melalui DPRD alias tak lagi dipilih langsung oleh rakyat. Amien mengaku menyesal dulu mendukung pilpres langsung.

Sikap Amien tersebut langsung menuai kritik dari berbagai kalangan. Salah satunya dari koleganya sesama pendiri Partai Amanat Nasional (PAN).

1.Amien Rais tak konsisten dengan Reformasi
Salah satu pendiri Partai Amanat Nasional (PAN), Abdillah Toha mengritik sikap Amien Rais yang mendukung pemilihan kepala daerah melalui DPRD. Abdillah menilai, mantan Ketua MPR itu tak konsisten dengan cita-citanya dulu saat menggelorakan Reformasi.

Menurutnya, sikap Amien saat ini melenceng jauh dengan sikapnya dulu saat Reformasi. Sebab, saat ini Amien malah bergabung dengan kekuatan yang menunjukkan sikap anti terhadap Reformasi.

“Dia memperjuangkan Reformasi sekarang dia malah gabung dengan kekuatan anti-Reformasi,” katanya.

2.Amien Rais jangan jadi pengkhianat Reformasi
Abdillah Toha mengritik keras sikap Amien Rais yang mendukung pilkada melalui DPRD. Padahal Amien adalah salah satu motor Reformasi.

Abdillah mengaku sudah lama tak pernah berkomunikasi dengan Amien Rais. Sebagai sesama pendiri PAN, Abdillah hanya ingin mengingatkan agar Amien tak mengkhianati Reformasi yang dulu diperjuangkannya.

“Kita mengingatkan saja, Pak Amien kan tokoh Reformasi kok malah mengkhianati Reformasi?” katanya kepada merdeka.com, Senin (29/9).

3.Idealisme Amien Rais luntur karena kekuasaan
Sikap tokoh Reformasi, Amien Rais, mendukung pilkada melalui DPRD menuai kritik. Salah satunya dari rekan Amien sebagai sesama pendiri Partai Amanat Nasional (PAN), Abdillah Toha.

Abdillah menilai ada pengikisan idealisme yang dialami Amien Rais saat ini. Menurutnya, sosok Amien saat ini menjadi pragmatis atas kekuasaan.

“Penyebabnya saya kira ada semacam erosi di idealismenya Pak Amin karena terpengaruh pragmatisme politik, kekuasaan di atas segalanya,” kata Abdillah.

4.Amien Rais tak bisa terima kekalahan di pilpres
Abdillah Toha menyesalkan perubahan sikap dan idealisme yang dialami Amien Rais dengan mendukung pilkada melalui DPRD. Tak hanya itu, dia juga menyesalkan Amien mendukung Koalisi Merah Putih.

Dia menilai seluruh tokoh yang ada di Koalisi Merah Putih termasuk Amien tak bisa menerima kenyataan kekalahan Prabowo-Hatta di pilpres lalu dari Jokowi-JK. Karenanya, mereka berusaha berkuasa melalui DPR.

“Sekarang sudah menuju kekuasaan legislatif, menyusun kekuasaan eksekutif di daerah-daerah untuk mengepung kekuasaan Jokowi-JK. Kalau dibiarkan terus kita akan kembali ke zaman pra-Reformasi,” kata Abdillah
5.Amien bersyukur atas hak rakyat yang telah dirampas oleh DPR
Selain Abdillah Toha, pendiri PAN lainnya yang ikut mengritik Amien Rais adalah Goenawan Mohamad. Pria yang akrab disapa GM itu menyindir Amien bersyukur atas hak rakyat yang telah dirampas oleh DPR.

“Saya dengar Amien Rais bersujud syukur karena hak-hak rakyat untuk memilih sendiri kepala daerah mereka dirampas DPR,” kata GM di dinding akun Facebook-nya, Sabtu (27/9).

Kalau benar, kata GM, “Saya bayangkan ia tersenyum, ketika hidungnya menyentuh tanah: ada bau mayat Reformasi yang dikuburkan hari itu.”

“Reformasi yang dulu ia perjuangkan. Reformasi yang saya perjuangkan — ya, yang kita perjuangkan,” tutup GM yang menyatakan keluar dari keanggotaan PAN ketika partai itu menyatakan mendukung Prabowo di Pilpres 2014.(mr/nol)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*