Inovasi Sekolah, SDN 30 Libatkan Puskesmas Bina Pedagang Jajanan Sekolah

Yusrizal A.Ma,Kepala SDN 30 Payakumbuh

Yusrizal A.Ma,Kepala SDN 30 Payakumbuh

Advertisements

Payakumbuh, PADANGTODAY.com-Jajanan sehat dan bergizi di sekolah, menjadi perhatian serius guru dan komite SDN 30 Payakumbuh.  Bersama tim gizi Puskesmas Parit Rantang seluruh makanan yang dijual  pedagang jajanan di SDN 30 yang berlokasi di Kelurahan Padang Tinggi Piliang itu, diperiksa oleh tim.  Kemudian, para pedagang juga diberi penyuluhan tentang bahaya pemakaian zat perwarna dan bahan berbahaya lainnya.

Keterangan Kepala SDN 30,  Yusrizal, A.Md, di Payakumbuh, Jum’at (1/5), pihaknya cukup puas dari hasil pemeriksaan tim kesehatan lingkungan dan ahli gizi Puskesmas Parit Rantang, yang tidak menemukan bahan berbahaya dalam makanan yang dijual. Namun demikian, katanya, pihaknya akan terus memantau makanan yang dijual  pedagang tersebut.

Dua tenaga ahli yang diturunkan,  Merry  Surya Novita A.Mg (ahli kesehatan gizi) dan  Ira (tenaga Kesling), dikatakan,  cukup jelas menyampaikan dampak dari pemakaian bahan berbahaya seperti borax, formalin, rhodamin, methanil yellow, tartarizin dan orange G. Delapan 8 pedagang jajanan sekolah di SDN 30, berjanji tidak akan menggunakan bahan terlarang dimaksud. Makanya,  identitas pedagang itu juga didata pihak sekolah dan puskesmas.

Menurut Kepala SDN 30 Yusrizal,  pihaknya bersama komite  sekolah juga sudah membuat edaran kepada orang tua anak, agar anak-anak sebelum berangkat ke sekolah di suruh makan lebih dulu.

“Kita akan kontrol seluruh murid sebelum masuk ruang kelas, apakah murid yang bersangkutan sudah makan sebelum berangkat ke sekolah. Jika masih ada anak yang tak makan, orang tuanya akan kita tegur,” tegas Yusrizal.

Murid yang tidak makan sebelum berangkat ke sekolah, dikatakan, rentan terhadap serangan penyakit, karena daya tahan tubuhnya akan menurun, bila berdiri agak lama seperti waktu upacara.   Dalam edaran itu, diingatkan juga agar orang tua  ikut melarang anaknya, tidak mengkosumsi makanan yang dilarang dijual di sekolah.

“Daftar menu yang dilarang itu, sudah kami sampaikan kepada orang tua,” simpulnya.(Dodi Syahputra)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*