Irak kembali Dihantam Oleh Kedudukan ISIS

Pengungsi-Yazidi1780x390Irak, PADANGTODAY.com – Irak seolah tak henti diterpa badai. Belum kelar membangun, Irak kembali dihantam oleh kedudukan Negara Islam untuk Irak dan Syam, ISIS. Kelompok teroris baru hanya dalam waktu kurang dari setahun bisa mencakar beberapa negara.

Keterlibatan negara-negara asing atas kasus Irak dimulai seiring meningkatnya krisis kemanusiaan. Pemerintah Irak seolah tak sanggup menghadapi gempuran ISIS dan berharap ISIS tak sampai merangsek ke Ibu Kota Baghdad. Jika wilayah itu telah mereka duduki, Irak bubar.

Penuntutan kemunduran Perdana Menteri Nuri al-Maliki semakin keras namun dia menolak untuk undur. Apalgi dengan terpilihnya presiden baru Irak Fuad Masum. Maliki menudingnya melanggar konstitusi negara. “Dia mengerahkan pasukan yang setia padanya serta mengunci kota. Ini semacam konfrontasi bagi presiden baru dan ini bukan hal baik,” kata Letnan Kolonel Rick Francona.

Sedemikian kuat ancaman ISIS hingga militer Amerika melakukan serangan udara pada markas-markas ISIS Ahad kemarin. Serangan ini menewaskan sekitar 63 anggota ISIS. Demi melindungi minoritas Irak Presiden Barack Hussein Obama juga menempatkan pasukan di wilayah Kurdi yakni Kota Irbil.

Mimpi membuat negara Islam dengan kekhalifahan, ISIS justru membantai warga sipil. Banyak video menunjukkan bukti kekejaman mereka termasuk memaksa penduduk menjadi muslim atau kepala mereka terpenggal.

Puluhan ribu penduduk menganut Yazidi terperangkap lantaran Sinjar telah diduduki oleh kelompok ekstremis itu. Yazidi merupakan agama minoritas dan lumayan tua gabungan dari Kristen, Yahudi, dan agama monoteistik kuni Zoroastrianisme.

Puluhan orang termasuk 60 anak-anak telah dibantai oleh ISIS, “ISIS mengubur hidup-hidup para pegiat, wartawan lokal, serta belasan keluarga Yazidi,” ujar Amin.
(mr/nol)