Irman Gusman : Bangunan Demokrasi Ini Harus Makin Meningkat, Bukan Mundur

irman gusmanJakarta, PADANGTODAY.com – Ketua DPD Irman Gusman mengajak masyarakat bersama-sama menolak wacana pengembalian sistem pilkada melalui perwakilan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Bahkan jika perlu pihaknya akan mengajukan judicial review ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Dewan Perwakilan Daerah (DPD) menolak keras wacana pengembalian sistem pilkada melalui perwakilan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Pemilihan seperti itu dinilai merampas kedaulatan rakyat, serta mencederai demokratisasi.

“Terus terang kami kecewa dengan beberapa fraksi yang akan mengembalikan sistem pemilukada dengan pemilihan melalui perwakilan. Itu tidak sesuai dengan semangat demokratisasi yang kita bangun dan hanya kepentingan politik praktis saja,” ujar Irman di Solo belum lama ini.

Menurut Irman, jika pilkada dikembalikan ke perwakilan, Indonesia akan mengalami kemunduran. Demokrasi yang dibangun bangsa Indonesia, kata Irman, tidak bisa secara instan, namun harus bertahap.

“Kalau alasannya pemborosan anggaran kan bisa dilakukan efisiensi. Kita ini kan sedang mencoba, dengan menyelenggarakan pemilu serentak tahun 2018.dan 2019. Jangan sampai kedaulatan rakyat ini dirampas oleh berbagai kepentingan politik,” tegasnya.

Irman mengatakan pilkada serentak bisa menghemat biaya tinggi dan mengurangi ekses lain yang ditimbulkan. Dia merasa kecewa dengan pihak-pihak yang yang ingin mengembalikan sistem pilkada dengan perwakilan.

“Kami kecewa, jangan hanya sekedar mengembalikan saja. Bangunan demokrasi ini harus makin meningkat, bukan mundur seperti ini,” tandasnya.

Irman mengemukakan, DPD akan mencoba melakukan lobi dengan DPR untuk mencari jalan terbaik. Namun ia pesimis hal tersebut bisa dilakukan. Lantaran hak suara penuh ada di anggota Dewan.

“Kita akan coba melakukan lobi, tapi keputusan kan ada di dewan. Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menolak ini. Kalau perlu kita bawa ke MK (Mahkamah Konstitusi) untuk ‘judicial review’,” tegasnya lagi.

Pemilukada dengan sistem langsung, lanjut Irman, telah menghasilkan pemimpin-pemimpin nasional baru yang berkualitas. Irman menyebut, kemenangan Jokowi (Joko Widodo) sebagai kemenangan daerah. Jika pemilihan langsung tetap dilaksanakan, dipastikan akan lahir lagi pemimpin-pemimpin nasional lainnya.

“Kalau nggak ada pemilukada, pasti tidak akan ada seorang Jokowi. Kami berterima kasih, kemenangan pak Jokowi ini adalah kemenangan daerah,” ujarnya.(mr/nol)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*