ISIS Merampas Benda-Benda Bersejarah dan Menjualnya Ke Penadah Luar Negeri

Ilustrasi ISIS

Ilustrasi ISIS

Advertisements

PADANGTODAY.COM– Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) bulan lalu menghancurkan kota bersejarah Apamea, di sebelah barat Suriah. Militan ternyata sekaligus menjarah benda-benda purbakala, lalu menjualnya ke penadah luar negeri.

Surat kabar the Daily Mail melaporkan, Minggu (15/3), beberapa benda berusia lebih dari 2.000 tahun itu sudah mulai dijual di situs lelang e-Bay. Benda yang dipamerkan misalnya koin kerajaan kuno Sumeria, gerabah buatan Yunani kuno, serta perhiasan-perhiasan masa lalu. Tiap benda bersejarah ini dipatok minimal 57 Pound Sterling atau setara Rp 1,2 juta.

Juru bicara e-Bay mengaku segera menghapus posting yang menawarkan benda-bendar purbakala hasil rampasan di Suriah. “Kami mendukung penegakan hukum. Kami akan lacak dari mana orang yang mengunggah benda purbakala tersebut,” ujarnya.

ISIS dilaporkan Perserikatan Bangsa-Bangsa sudah cukup sering menjarah situs bersejarah. Mulai dari museum maupun kota-kota kuno abad sebelum maseh

“Kami melihat kini semakin banyak penjarahan dilakukan secara sistematis,” kata Direktur UNESCO Irak Axel Plathe.

ISIS menjual barang-barang bersejarah itu kepada penadah di Turki, yang kemudian mengirimnya ke pasar gelap di Eropa. Belum diketahui, apakah aktivitas penyelundupan ini mendatangkan pemasukan besar bagi militan khilafah itu.

Bila tidak menjarah, maka pejuang ISIS akan menghancurkan benda purbakala dianggap berhala. Dua pekan lalu, ratusan militan menyerbu Kota Nimrud, di utara Irak. Tiga makam kerajaan yang dulunya bernama Assiria itu dihancurkan tanpa alasan jelas. UNESCO menuding ISIS melakukan kejahatan perang karena merusak warisan budaya dunia.

Nasib tak jauh beda menimpa perpustaan di Mosul. Lebih dari 8.000 manuskrip bersejarah, kebanyakan dari abad 18 jadi abu karena ulah ISIS.

(ard/**)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*