Ismardi : Berupaya Meningkatkan Koordinasi Dan Melahirkan Program

Di duga barang Impor dari Cina Buste Houder ( alat peyangga payudara wanita) mengandung bhakteri

Advertisements

Padangpariaman__Seiring merebaknya temuan Bra diduga berbakteri di Kabupaten Padangpariaman, Sumbar, seperti ditemukan di wilayah kerja Puskesmas V Koto Timur, baru-baru ini, membuat jajaran Puskesmas Sungai Sariak VII Koto terus berusaha merapatkan barisan.

Pihaknya dari jajaran Puskesmas terus meningkatkan koordinasi dalam rangka menyikapi berbagai hal yang dikhawatirkan bisa menimbulkan keresahan di tengah masyarakat,” terang Ismardi kemaren.

Seperti halnya, jelas Ismadi, kasus penemuan bra yang sempat meresahkan masyarakat di wilayah kerja Puskesmas V Koto Timur baru-baru ini. Bahkan, sudah banyak korban pengguna bra tersebut memberikan laporan kepada pihak medis.

Intinya kita tentu berharap kejadian serupa jangan sampai terjadi di wilayah kerja Puskesmas Sungai Sariak VII Koto. Untuk itulah kita telah mewanti-wanti para petugas kesehatan yang ada di puskesmas ini untuk terus meningkatkan kewaspadaannya. Termasuk menyikapi berbagai permasalahan kesehatan yang berkembang atau ditemukan di tengah masyarakat di daerah ini,” kata dia.

Tidak kalah pentingnya, kata dia, pihaknya dari Puskesmas juga terus berupaya melahirkan berbagai program inovasi dalam rangka meningkatkan pelayanan kesehatan terhadap masyarakat yang ada di wilayah kerjanya.

Hal itu salah satunya terlihat dari program Pusbindu yang dimaksudkan untuk melayani para calon jamaah haji yang ada di wilayah kerjanya. Kegiatannya berlangsung secara rutin setiap bulannya,” kata dia.

Ismardi menyebutkan, adapaun latar belakang diprogramkannya program Pos Bindu dimaksud, terutama mengingat banyaknya jumlah jamaah haji asal Kecamatan Sungai Sariak VII Koto yang perlu mendapatkan pelayanan kesehatan lebih.

Karena kan seperti diketahui  sebagian dari calon jamaah haji tersebut ada yang telah berusia lanjut, atau rentan mengidap penyakit, seperti stroke, asma, penyakit gula dan sebagainya. Makanya ini tentu perlu  diantisipasi dan ditangani sejak dari awal, sehingga nantinya mereka bias berangkat dalam keadaan sehat, tanpa adanya gangguan kesehatan yang berarti,” imbuhnya.

Juga tidak kalah pentingnya, terangnya, lamanya rentang waktu para calon jamaah haji di atas pesawat juga tak luput dari perhatian pihaknya.

Karena seperti disadari, akibat terlalu lama di pesawat maka tentunya apa saja bias terjadi. Termasuk mungkin berkurangnya kesadaran hingga menimbulkan rasa linglung dan sebagainya. Jadi inilah yang kita sampaikan kepada jamaah, sehingga nantinya mereka bias lebih siap saat berada di Tanah Suci,” ungkapnya.

Program inovasi lainnya lanjut Ismardi, berupa layanan program Indonesia Sehat melalui pendekatan keluarga. Dalam hal ini bidan atau petugas kesehatan yang ada di wilayah kerja Setempat selanjutnya diarahkan untuk turun ke tengah masyarakat. Kemudian, begitu menemukan suatu kasus penyakit, selanjutnya bisa langsung ditangani di tempat, atau dibawa dan dirujuk ke puskesmas.

Begitu pula bagi warga miskin juga kita upayakan memfasilitasinya dengan pihak terkait, seperti dengan pemerintahan Korong atau nagari, agar yang bersangkutan bisa mendapatkan layanan jaminan kesehatan atau BPJS,” tandasnya menghakiri. (suger)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*