Jadikan Daerah Bebas Rabies Pemprov Sumbar Launcing Minangkabau Bebas Rabies dan Vaksin Rabies

Padang Panjang, Padang-Today.com – Guna mengurangi virus rabies yang ada pada hewan anjing, kucing dan kera Pemerintah Provinsi Sumatera Barat Launcing Minangkabau Bebas Rabies dan Vaksinasi Rabies Massal Tingkat Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) di Halaman Balaikota Padang Panjang, Kamis (26/4).Kegiatan launcing tersebut melibatkan 400 orang yang akan melakukan vaksin kepada hewan-hewan, dan sebanyak 16 Kelurahan yang ada di daerah Pabasko yang menjadi tempat-tempat utama menerima vaksin kepada hewan.

Advertisements

Acara turut dihadiri oleh Gubernur Sumbar diwakili Dinas Kesehatan Peternakan dan Kesehatan Hewan Prov. Sumbar drh. Eri Naldi, MM, Wakil Ketua DPRD Sumbar Ir. H. Arkadius, MM, MBA, Pjs. Walikota Padang Panjang diwakili Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Iriansyah Tanjung, SE, M.Si, Bupati Tanah Datar diwakili Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tanah Datar Ir. Dariyanto Sabir, M,Si, Forkopimda serta Kabid yang membidangi fungsi hewan dan kesehatan hewan.

Eri Naldi mengatakan, Rabies adalah penyakit yang berbasis lingkungan, penyakit yang menular dari hewan kemanusia yang membuat kenyaman manusia sangat terganggu, bahkan menyebabkan kematian.

“Hari ini kita canangkan kegiatan kita serta laksanakan vaksinasi kepada hewan-hewan tersebut, karena rabies ini bisa menyebabkan kematian, mari kita sama-sama musnahkan kasus rabies ini sampai tuntas,” ujar Eri Naldi.

Sementara itu Arkadius mengatakan, secara keseluruhan acara Launcing ini akan diadakan se-Sumbar yang dipusatkan di Kota Padang Panjang, tujuannya utamanya adalah untuk memusnahkan virus rabies karena penyakit rabies ini merupakan virus yang mematikan.

“Penyakit yang mengganggu system syaraf pusat pada orang dan ternak, tidak hanya hewan anjing atau kucing saja, wabah rabies ini adalah wabah yang sangat siknifikan perkembangannya karena masyarakat sumbar umumnya memelihara hewan anjing dan kucing, Jangan hanya mikirkan hobi saja, pikirkan juga kesehatan orang-orang yang ada disekitar kita,” ucapnya.

Kalau manusia yang kena susah jadinya sebab rabies ini tidak bisa disembuhkan di Sumbar bahkan di Indonesia, Rumah Sakit yang menyediakan serum untuk anti rabies ini hanya ada di Singapura. Biaya yang akan dikeluarkan kesana banyak sekali, makanya perlu diadakan kegiatan launcing ini.

“Tidak hanya dari gigitan saja, cakaran bahkan air liur dari hewan yang rabies akan menularkan kepada kita, bayangkan bahayanya hewan ini,”jelasnya.

Disini harapan Pemerintah adalah meningkatkan kebiasaan dari masyarakat untuk menjaga dan memelihara hewan rabies ini, dan mari sama-sama memvaksin hewan yang rabies , vaksin ini tidak akan menganggu hewan, tidak akan mengurangi kecepatan hewan tersebut, tambahnya.

“Yang penting disini adalah agar orang yang memelihara dan tetangga yang ada tidak terganggu dan tidak terkena rabies, silahkan memelihara ternak tapi lakukanlah jika ada pemerintah menyuruh vaksin pada hewan tersebut,” katanya

Mari bersama-sama tuntaskan acara ini, dan mari sama-sama laksanakan vaksinasi pada hewan, serta kegiatan vaksinasi kali ini tidak dipungut biaya apa pun, tutupnya.

Senada dengan Arkadius, Iriansyah Tanjung mengatakan, Sebuah gerakan dengan nama Minangkabau Bebas Rabies Pemerintah hari ini mengawali penyakit rabies. Ini adalah awal yang akan menjadi gerakan baru kedepannya.

Padang Panjang dan Tanah Datar akan menjadi pilot projek gerakan Minangkabau Bebas Rabies ini.

Penyakit rabies ini bersifat Zoonotik yaitunya dapat menularkan dari hewan ke manusia, yang ditularkan melalui gigitan hewan, dan rabies juga tergolong sebagai penyakit mematikan yang harus ditangani dengan cepat.

Beberapa tahun yang lalu banyak terdapat kasus gigitan hewan yang dilaporkan di Indonesia, Sumbar adalah salah satu daerah yang cukup tinggi menerima kasus ini. Di Kota Padang Panjang sendiri tahun 2014 ada 57 kasus.

Pemko Padang Panjang sudah berupaya keras secara intensif melakukan sosialisasi penularan rabies dan melakukan vaksinasi terhadap hewan peliharaan masyarakat seperti hewan anjing dan kucing. Dan Alhamdulillah setelah sosialisasi dilakukan terus kasus penularan rabies ini berkurang, serta juga sudah banyak masyarakat menyadari bahwa rabies ini adalah penyakit berbahaya.

“Semoga kegiatan ini dapat membuka kesadaran kita semua akan pentingnya antisipasi dini penularan rabies, serta kedepannya agar masyarakat yang punya hewan lebih termotivasi untuk melaksanakan vaksin dengan mendatangkan petugas secara mandiri,” tutup Iriansyah.

Disamping itu Kepala Dinas Pangan dan Pertanian melalui Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan drh. Wahidin Beruh mengatakan, Secara teori vaksinasi adalah memberikan kekebalan tubuh kepada hewan. Sesuai target melalui tema Minangkabau bebas rabies, Sumbar umumnya merupakan daerah yang endemis, artinya daerah yang bisa tertular rabies. Tahun 2020, Dinas Pertanian dan Perternakan Kesehatan Hewan berencana akan melaksanakan pembebasan rabies, jika rencana tersebut tidak dimulai dengan nyata meskipun kecil, sama saja itu mustahil.

“Jika aksi tersebut, tidak ada langkah nyata itu mungkin tidak akan tercapai di tahun 2020, artinya sama saja molor atau bisa dikatakan tidak ada sama sekali,” ujar Wahid

Dinas Pertanian dan Peternakan Kesehatan Hewan Provinsi mempunyai metode yang fokus, di awali dengan daerah kecil yang sudah punya keunggulan.

“Keunggulan disini sudah mempunyai regulasi, Komitmen Pemerintah, Sumber Daya Manusia, serta Lembaga yang mendukung,”kata Wahid.

Jika vaksinasi di Padang Panjang telah dilakukan, bukan berarti Padang Panjang sudah terbebas dari rabies, karena daerah perbatasan juga harus ikut terkena vaksin. “Jadi disini kita berharap semua daerah melakukan vaksin ini,” kata Wahid menyudahi. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*