Jalan Tol Sumbar-Riau Berikan Dampak Ekonomi

Padang-today.com – Proyek jalan tol menghubungkan Provinsi Sumbar dengan Provinsi Riau telah diresmikan Presiden Jokowi beberapa waktu lalu memberikan dampak ekonomi cukup bagus.

Advertisements

     “Jika jalan tol ini siap dikerjakan akan mempunyai dan memberikan dampak ekonomi cukup besar di Sumbar,”kata Ketua Kadin Sumbar,Ramal Saleh ketika dialog di Padang.

     Ia menjelaskan,Jalan tol Padang-Pekanbaru akan menghemat waktu tersebut.

     “Kalau jalan biasa saja bisa memakan waktu 8 jam dari Sumbar ke Riau,”ungkapnya.

Lancarnya akses dari Sumbar ke Riau ini akan menjadi multi efek bagi Sumbar.

     Adanya jalan tol tersebut lanjut Ramal Saleh pengusaha dari Provinsi Sumbar akan semakin gairah dalam meningkatkan perekonomian dimana jarak tempuh semakin cepat.

      “Pelaku usaha tidak akan rugi dalam pengiriman barang,barang cepat sampai dengan jarak tempuh dekat,”ungkapnya.

     Sementara itu  Direktur Utama PT Semen Padang Yosviandri menyatkan,PT Semen Padang pada prinsipnya mendukung percepatan pembangunan jalan tol.

    “Ini terbuka kesempat atau peluang bagi semen Padang dalam mencari pasar baru dan mempercepat distribusian semen ke daerah tujuan,”katanya.

      Semen Padang punya ketersediaan semen dari 8-9 ton semen per tahunnya.

     “PT Semen Padang akan meningkatkan produksi lagi bila jalan tol siap dikerjakan. Semen Padang bisa memasarkan semen ke seluruh pulau Sumatera,”imbuh  Yosviandri

    Ia menambahkan, bagi Semen Padang jalan terjauh memproduksi semen adalah dari Padang-Dumai dengan kapal.

      “Sementara pabrik semen yang ada di Indonesia kebanyakan ada di pulau Jawa. Pasar terbanyak ada disana. Kebutuhan semen di Sumatera tidak seagresif di Jawa. Dengan adanya tol tersebut akan sangat membantu karena dapat menghemat waktu dan biaya, tidak ada alasan lagi bagi kita untuk menolak hal tersebut,”ujarnya.

   Anggota DPR RI dari fraksi PDIP Alex Indra Lukman menyebutkan, tol Padang-Pekanbaru sebenarnya sudah dimulai dari masa pemerintahan Gubernur Gamawan Fauzi dengan tujuan mengurai kemacetan.

    “Saat ini tol sepanjang 254 kilometer bisa terealisasi karena ini adalah konsep pembangunan masa depan. Tol Pekanbaru-Dumai sudah sedang dalam pelaksanaan dan akan menghubungkan dua pelabuhan besar,”katanya.

      Menjadi permasalahan sekarang adalah transportasi dari Pangkalan-Payakumbuh karena akses jalan yang masuk terowongan sepanjang 8,9 kilometer dengan nilai lebih kurang Rp6 triliun. Jika terowongan dibangun akan menggunakan pinjaman dana dari Jepang. Diharapkan bisa beroperasi pada 2024.

     “Jalan tersebut akan menjadi rangkaian penghubung jalur ekonomi,”imbuh Alex Indra Lukman.

      Hal lain dikatakan Kadis PUPR Kabupaten Limapuluh Kota Yunire Yunirman juga meminta jalan tersebut harus segera dibangun.

“Masyarakat Sumbar itu unik. Mereka mendukung setiap kebijakan pemerintah asalkan diajak dan duduk bersama,”katanya.

    Untuk pembesan lahan,tambah Yunire Yunirman,sekarang ini lagi dalam pembasahan dan urung rembuk dengan masyarakat.

     Ia menambahkan,khusus terowongan dengan sepanjang 8,9 kilometer dalam kajian amdal.

     “Sedang berjalan kajian amdal oleh tim untuk terowongan tersebut,”ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*