Jamin Harga Gabah, Keltan Tigo Sapilin Beroleh Bantuan LPDM Rp150 Juta

Sekdako Benni Warlis menyaksikan Kepala Badan Ketahanan Pangan Sumbar diwakili Buskar, Kepala Katahanan Pangan Payakumbuh Antoni Jaya dan Kertua Gapoktan Edwar, menandatangani perjanjian kerjasama penerimaan dana LPDM dari

Sekdako Benni Warlis menyaksikan Kepala Badan Ketahanan Pangan Sumbar diwakili Buskar, Kepala Katahanan Pangan Payakumbuh Antoni Jaya dan Kertua Gapoktan Edwar, menandatangani perjanjian kerjasama penerimaan dana LPDM dari

Advertisements

Payakumbuh, PADANGTODAY.com-Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Tigo Sapilin Kelurahan Padang Alai dan Kelurahan Bodi, Kecamatan Payakumbuh Timur, satu-satunya Gapoktan di Kota Payakumbuh, yang memperoleh bantuan Penguatan Lembaga Distribusi Pangan Masyarakat (P-LDPM) dari Pemprov Sumatera Barat. Kota ini satu dari 6 kabupaten dan kota di Sumatera Barat yang menerima bantuan ini.

Dana bantuan senilai Rp150 juta itu langsung masuk ke rekening Gapoktan, diawali dengan penandatanganan naskah perjanjian kerjasama antara Badan Ketahanan Pangan Sumatera Barat dengan Gapoktan Padang Alai-Bodi, dalam acara di Kantor Lembaga Keuangan Mikro Agrobisnis Pincuran Bonjol Padang Alai, Jum’at (24/4).

Penandatanganan naskah perjanjian kerjasama itu dilakukan Ketua Gapoktan Tigo Sapilin, Edwar, SS bersama Kabid Distribusi dan Harga Pangan Badan Ketahanan Pangan Sumbar, Ir. Buskar dan Kepala Kantor Ketahanan Pangan Kota Payakumbuh Ir. Antoni Jaya, disaksikan Sekdako H. Benni Warlis, MM, camat dan lurah setempat.

Dana bantuan yang diterima Gapoktan Tigo Sapilin itu, Rp50 juta di antaranya dimanfaatkan buat pembangunan gudang beras, kemudian Rp15 juta untuk dana cadangan dan Rp85 juta untuk unit distribusi, membeli gabah petani anggota kelompok tani di bawah binaan Gapoktan.

Keterangan Kabid Distribusi dan Harga Pangan Badan Ketahanan Pangan Sumbar, Buskar, menjelaskan, lewat dana P-LDPM, Gapoktan Tigo Sapilin berfungsi sebagai stabilisator harga pangan. Jika harga gabah kering turun dipasaran, Gapoktan wajib membeli gabah petani sesuai harga patokan nasional.

“Itu artinya, petani anggota Gapoktan Tigo Sapilin tak usah cemas turun ke sawah, karena hasil panen langsung dibeli sesuai harga pasaran. “Jika harga anjlok Gapoktan membelinya sesuai patokan harga nasional, jika harga naik, disesuaikan dengan kondisi saat itu,” tegas Buskar. Yangperlu dijaga dan dipelihara, bagaimana bantuan modal ini tidak terkikis, sebaliknya mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.

Untuk itu perlu kerjasama antara pengurus Gapoktan dengan anggota kelompok tani di kedua kelurahan Padang Alai dan Bodi dalam mengelola LPDM. Selain pengawasan dan pembinaan dari pemko melalui Kantor Ketahanan Pangan Payakumbuh, tambah Buskar.

Sekdako Payakumbuh Benni Warlis, dalam sambutannya, menyampaikan apresiasinya kepada Badan Ketahanan Pangan Sumatera Barat yang punya perhatian khusus kepada petani di Payakumbuh. Program yang diluncurkan Gubernur Irwan Prayitno itu, dikatakan, bakal memacu percepatan swasembada pangan di Indonesia. Petani tak perlu risau lagi dengan gonjang ganjing harga gabah di pasaran, karena pemeritah secara bertahap akanmemperkuat Gapoktan dengan dana LPDM.

“Kepercayaan pemerintah buat Gapoktan Tigo Sapilin, katanya, perlu dijaga dan dipelihara. Kebersamaan dan komitmen pengurus dan petani dalam memajukan usaha pertanian sangat diharapkan, untuk menjamin ketahanan pangan nasional serta mewujudkan swasembada beras di Tanah Air,” tegas sekdako.(mnc)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*