Jelang Tarung Puisi Pinto Janir versus Andria C Tamsin, Berikut Keunggulan Karakteristik Masing-masing

Pinto Janir dalam aksi panggungnya.

Pinto Janir dalam aksi panggungnya.

Bukittinggi, PADANG-TODAY.com-“Bila bangsa sedang sakit, puisi obatnya,” ungkap penyair Indonesia asal Sumatera Barat Pinto Janir.

Ungkapan Pinto tersebut bukan tak beralasan. Diterangkannya, penyakit dapat terundang dari jiwa dan pikiran. Jiwa menjadi sakit karena lenyapnya rasa yang mengakibatkan tumpulnya daya rasa itu sendiri dan matinya daya pikir hati sehingga nurani terkubur.

“Bagi saya, puisi adalah perasaan yang berdawai halus. Betapa pun kerasnya petikan kalau dawainya kuat, nadanya tidak akan pernah false (sumbang, red). Konyolnya, saat senar gitar tak lengkap, petikan dipaksakan juga, pada akhirnya yang lahir adalah nada-nada sumbang dan sakit. Bila bangsa sedang sakit, puisi obatnya,” tambah penyair yang berlatar hidup sebagai seorang jurnalis dan juga penyanyi itu dengan nada seru.

Pinto Janir tercatat dalam beberapa ensiklopedia, sabagai seorang seniman multitalenta Indonesia asal Padang, Sumatera Barat. Selain sebagai penyair ia juga dikenal sebagai wartawan, penulis cerita pendek dan cerita bersambung, serta penulis lagu dan sekaligus sebagai penyanyi. Dalam ensiklopedia tersebut, tertulis juga Pinto sebagai penyair yang gila, disebabkan pembacaan puisinya yang menyentak, liar, serta garang. Lebih lanjut diketahui banyak kalangan, terutama yang menaruh perhatian pada dunia sastra, Pinto dianggap sebagai pelopor dalam mengawinkan unsur puisi, musik dan teater dalam setiap penampilannya di atas panggung.

Kini, Pinto akan diadu di atas panggung dengan seorang pembaca puisi terbaik Indonesia Andria C Tamsin yang juga dosen Universitas Negeri Padang (UNP). Sama halnya dengan Pinto, Andria C Tamsin adalah pembaca puisi yang unik. Bila Pinto berpuisi dengan musik, Andria C Tamsin berpuisi dengan ilustrasi debusnya. Kekhasan pembacaan Andria C Tamsin terhadap puisi, ketika ia melafaskan kata “tikam“ pada puisinya, maka ia akan benar-benar menikam tubuhnya dengan pisau tajam. Bila ia berkata “panggang” maka suluh api yang ada di tangannya akan ia panggangkan ke badannya.

Disampaikan, Andria C Tamsin berpuisi dalam api dan perkusi. Sementara Pinto Janir melawannya dengan saluang, rock, blues dan bansi.

Ajang tarung puisi Pinto Janir versus Andria C Tamsin dalam memeriahkan HUT Proklamasi Indonesia yang akan dilangsungkan di Padang pada tanggal 17 Agustus mendatang.

Ajang tarung puisi Pinto Janir versus Andria C Tamsin dalam memeriahkan HUT Proklamasi Indonesia yang akan dilangsungkan di Padang pada tanggal 17 Agustus mendatang.

“Akhirnya Deal. Tunggu duel maut kami dl konser puisi blues jazz rock saluang dan bansi, segera,” tulis Andria C Tamsin dalam akun media sosialnya disertai sebuah foto yang menampilkan kedua seniman itu saling berangkulan.

Atas tulisan dan foto tersebut, publik menyambut hangat dengan memberi jumlah tanda suka sebanyak 368 klik dan puluhan komentar. Sebagian besar datang dari seniman dan budayawan, serta penyair-penyair terkemuka Indonesia. Hal tersebut, bagi kedua seniman yang akan berduel, merupakan sinyal bahwa ajang puisi Pinto Janir versus Andria C Tamsin ditunggu banyak kalangan.

Selain itu, diungkapkan oleh keduanya, banyak penyair terkemuka yang menyediakan diri menjadi bintang tamu di ajang tarung puisi tersebut.

Ajang ini sendiri direncanakan akan dilaksanakan di dua tempat, yakni di ruang teater UNP atau di UPO Convention Hall.

“Kita laksanakan pada bulan Agustus di tanggal 17 malam,” tulis Andria C Tamsin di akun media sosialnya.(rel/Dodi Syahputra)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*