Jingga, Berharap Lagi

 

Advertisements
Yasril (32) saat menerima biaya operasional keberangkatan ke Jakarta di Graha Kemandirian Dompet Dhuafa Singgalang, Rabu (24/9).

Yasril (32) saat menerima biaya operasional keberangkatan ke Jakarta di Graha Kemandirian Dompet Dhuafa Singgalang, Rabu (24/9).

PADANG, PADANGTODAY.com-Teriak-teriak riang terdengar dari kontak telepon Dompet Dhuafa Singgalang dengan orangtua Jingga Aslia Akbar (2), bocah penderita penyakit jantung bocor, Sabtu (27/9). “Maaf ramai, Jingga sedang main dengan abangnya, sudah bertambah ceria,” kata ayahnya Yasril (32) mengkonfirmasi.

Sudah empat hari Jingga bersama kedua orangtuanya dan abangnya Zafran (4) menginjakkan kaki di Kota Jakarta. Dijemput oleh pihak Rumah Singgah Dompet Dhuafa mereka langsung mendapatkan fasilitas tempat tinggal gratis di sana. Pengobatan Jingga akan lama. Kini dia sudah mulai menjalani perawatan berkala di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).

“Kata dokter, insyaallah operasi akan dilakukan bulan ini, namun untuk tanggal pastinya belum tahu, masih harus melihat kestabilan kondisi Jingga,” terang ayahnya.

Tak terbayang dia bagaimana nasib sang anak jika tidak segera ke RSCM. Berat badan Jingga jauh dari normal. Seharusnya, anak seusia Jingga memiliki berat normal paling rendah 11 kilogram, sedang Jingga hanya 6 kilogram.

Ternyata penyakit bocor jantung merupakan penyakit bawaan lahir. Namun penyakit Jingga ini tidak diketahui cepat. Waktu masih umur satu tahun, dokter mendiagnosa dia terkena gizi buruk. Di rumah sakit yang berbeda, Jingga sempat dirawat selama lima bulan karena diduga terkena TBC. Sejak dirujuk ke RSUP M.Djamil padang, barulah kebocoran jantungnya diketahui. Harus dioperasi segera di RSCM.

Struktur jantung Jingga memiliki kelainan sehingga ada lubang pada sekat jantung. Tidak saja susah bernapas, dia juga sulit makan serta minum. Oleh karena itulah berat badannya sulit naik. Bibir, kulit, dan kuku menjadi berwarna biru pucat jika sakit dadanya kambuh.

Orang tua Jingga yang asli Guguak, Kecamatan Gunung Talang, Solok, sempat bingung. Bagaimana tidak, penghasilan sehari-harinya sebagai pedagang buah kecil-kecilan hanya cukup untuk menyambung hidup. “Dapat hari itu, juga habis hari itu,” tuturnya dulu.

Rabu (24/9) lalu, Dompet Dhuafa Singgalang mendonasikan Rp500 ribu untuk biaya keberangkatan Jingga dan keluarga ke Jakarta. Sesampai di Jakarta mereka langsung dijemput oleh Tim Lembaga Pelayanan Masyarakat (LPM) Dompet Dhuafa. Selama di Rumah Singgah, mereka juga akan diberikan jatah beras dan biaya konsumsi perminggu.

Namun meski mengantongi kartu BPJS, tetap juga ada biaya utnuk obat yang harus membeli di luar. “Tadi kami beli obat Rp150 ribu lagi,” kata Yasril.

Kini, Jingga masih diberikan obat-obatan jelang operasi. Harapan masih terbentang. Jingga masih membutuhkan uluran tangan para dermawan. Bukalah asa kesembuhan Jingga dengan donasi Anda. Hubungi Dompet Dhuafa Singgalang 0751 40098 atau Graha Kemandirian di Jalan Juanda No 31 C Padang. (dil/winda)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*