Jokowi Miliki Strategi Jitu Untuk Hadapi Pasar Bebas ASEAN

wijokoJakarta, PADANGTODAY.com – Pasar Bebas ASEAN atau biasa disebut Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015 mendatang. Indonesia mempersiapkan diri untuk menghadapi nya demi menjaga kestabilan ekonomi dalam negeri. Pasalnya, di satu sisi kebijakan ini akan menguntungkan, namun, juga berpotensi menjadi momentum kehancuran.

Beban persiapan kini akan diambil oleh Presiden terpilih periode 2014-2019 Joko Widodo (Jokowi) jika tidak ada halangan akan segera memimpin Indonesia usai putusan Mahkamah Konstitusi (MK). Jokowi hanya memiliki waktu persiapan sekitar dua bulan usai pelantikan sebagai presiden pada 20 Oktober 2014.

Jokowi mengungkapkan untuk menyambut perdagangan bebas ini, selain sumber daya manusia, Indonesia juga harus memilah produk unggulan guna menghadapi persaingan. Dua aspek ini yang akan menjadi perhatiannya nanti.

“Bukan hanya generasi muda yang harus disiapkan, kitanya juga harus siap. Kalau menurut saya, kita harus bisa memilih produk-produk yang kompetitif, punya kualitas, diseleksi,” jelasnya di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (20/8).

Bukan hanya itu, Jokowi juga memiliki strategi gempur lebih dulu untuk menjaga kestabilan ekonomi dalam negeri. Dalam arti, Indonesia di bawah kepemimpinannya akan langsung menggenjot ekspor begitu pintu perdagangan bebas dibuka.

Dia menyakini, sumber daya manusia (SDM) Indonesia akan segera siap untuk menyambut pasar bebas. “Kita yakin hanya dalam jangka menengah dan panjang manusia yang punya etos kerja, produktifitas, kompetitif, daya saing, sehingga manusianya produktif kemudian produknya juga kompetitif, kuncinya disitu. Sehingga pembangunan nomer satu,” tutup Gubernur DKI Jakarta ini.(mr/nol)