Kabut Asap Kian Tebal, Pemko dan Pemkab Kembali Liburkan Sekolah

Suasana lalulintas di Jalan Sukarn-Hatta yang diselimuti kabut asap, Kamis. Tepatnya di depan Balaikota di Bukik Sibaluik Payakumbuh.

Suasana lalulintas di Jalan Sukarn-Hatta yang diselimuti kabut asap, Kamis. Tepatnya di depan Balaikota di Bukik Sibaluik Payakumbuh.

Advertisements

Payakumbuh, PADANG-TODAY.com-Pemerintah  Kota  Payakumbuh kembali mengambil kebijakan meliburkan sekolah, akibat asap yang kian  menebal di kota setempat,  sejak beberapa hari terakhir.  Jumat ini dan Sabtu (24/10), seluruh murid PAUD/TK, SD sampai pelajar SLTP/SLTA libur sekolah.  Kamis kemarin pun, pelajar lebih cepat dipulangkan dari jam sekolah biasa, sebut Kadisdik H. Hasan Basri.

Sekdako Payakumbuh H. Benni Warlis didampingi Asisten I Setdako Yoherman, menginformasikan,  kebijakan meliburkan sekolah itu diambil berdasarkan rapat koordinasi  dengan SKPD terkait, di Balaikota di Bukik Sibaluik Payakumbuh,  Kamis  (22/10). Pemkab Limapuluh Kota pun meliburkan murid sekolah Jumat dan Sabtu besok.

Di kantor-kantor pemerintah pun, asap juga sudah memasuki perkantoran, sehingga menganggu kepada kinerja PNS. Di Balaikota di Bukik Sibaluik Payakumbuh, misalnya, karyawan bekerja tak nyaman lagi. Harus memakai masker. “Saya sudah batuk-batuk dan mata perih, karena kabut asap,” ucap Khayra dan Ellya, dua staf humas yang lagi hamil berat.

Laporan yang diterima  Pemko dari BMKG Koto Tabang, Agam,  pencemaran udara akibat asap tersebut, sudah mencapai 434  mikro gram.  Menurut Kadis Kesehatan Payakumbuh Elzadaswarman, SKM, MPPE,  dengan kondisi pencemaran udara seperti itu, sudah termasuk dalam kategori berbahaya. Namun, pemko pun tak mampu berbuat banyak,  mengantisipasi bahaya asap kiriman ini, kata  Sekdako.

Menurut kadiskes, tindakan preventif yang harus dilakukan dalam menyikapi musibah asap ini, hanya dengan mengurangi aktifitas keluar rumah. “Kita mengajak seluruh warga kota, jika tak terlalu penting, janganlah keluar rumah, disamping dianjurkan  banyak minum air putih,” ingat Elzadaswarman.

Sejak kabut asap melanda Payakumbuh dalam tiga bulan terakhir, dikatakan Kadiskes Eldaswarman, masih  naik turun. Diperkirakan, berdasarkan laporan seluruh puskesmas, tercatat lebih kurang 500 orang.   Walau begitu, dalam rangka memberikan pelayanan, seluruh puskesmas, termasuk rumah sakit daerah  sudah diinstruksikan, untuk stand by 24 jam, guna mengantisipasi ISPA di kota ini.

Sementara itu,  menurut sekdako, pemerintah pun telah mengeluarkan edaran bersama dengan MUI dan Kepala Kantor Kementerian Agama, agar masyarakat mengurangi aktifitas ke luar rumah. Kemudian, mengajak warga melakukan shalat istiqsa, berdo’a kepada Allah SWT, agar hujan diturunkan, terutama di daerah titik api.(rel/dod)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*