KAP Payakumbuh Gelar PLM ke-4 Tahun 2015

Kepala KAP Payakumbuh Zulrefri ketika memberikan sambutan  kegiatan PLM.

Kepala KAP Payakumbuh Zulrefri ketika memberikan sambutan kegiatan PLM.

Advertisements

Payakumbuh, PADANG-TODAY.com-Untuk ke-4 kalinya, pada tahun anggaran 2015 ini, Kantor Arsip dan Perpustakaan (KAP) Kota Payakumbuh kembali menggelar kegiatan Peer Learning Meeting (PLM) dengan 2 Taman Bacaan Masyarakat (TBM) yang telah lama menjadi mitra kerja KAP dengan program PerpuSeru, bertempat di ruang KAP, Senin (19/10).

Kegiatan PLM degan arti Pembelajaran Pertemuan Dicobakan dengan TBM Menara kelurahan Koto Panjang Padang, kecamatan Laposi Tigo Nagori dan TBM Sundres kelurahan Labuah Basilang, Payakumbuh Barat itu langsung dipimpin Adrika Arlis selaku fasilitator perpustakaan Payakumbuh yang sudah berpengalaman.
PLM tersebut dibuka langsung oleh kepala KAP Drs. Zulrefri dan sambutan dari Kasi Perpustakaan Nur Akmal. Kegiatan TBM diramaikan oleh pengurus masing-masing TBM dan juga dihadiri lurah Koto Panjang Padang Efyuniwan dan lurah Labuah Basilang Yohanes Remena.
Dalam kesempatan itu, Zulrefri menjelaskan dalam kegiatan PLM, banyak dibahas tentang peer teaching. Pembelajaran model peer teaching adalah metode belajar yang melibatkan TBM secara aktif. Jadi disini satu TBM akan mengajari TBM lain yang mengalami kesulitan dalam memahami materi yang diberikan.
Ada istlah yang menyebutkan bahwa “orang tua dua puluh tahun yang akan datang adalah pemuda pada masa kini” Pendidikan sebagai upaya terorganisasi, terencana, sistimatis, untuk mentransmisikan pengetahuan dalam arti luas (sikap, moral dan nilai-nilai hidup dan kehidupan, ketrampilan, dan lain-lain) dari suatu generasi ke generasi lain, bertujuan ingin mencapai perubahan sikap dan perilaku tertentu.
Tujuan diadakan PLM secara berkala ini adalah mentransfer pengetahuan kepada sesama TBM, sehingga langkah-langkah yang diberikan tim fasilitator perpustakaan bisa membuka piikiran (mindset) masyarakat, dengan harapan agar materi yang diajarkan dapat tersampaikan dan tersalurkan secara tuntas, dan indikator yang diharapkan dapat direspon positif oleh peserta TBM. Strategi pembelajaran yang tepat akan menuntun TBM untuk mencapai tujuan tersebut.
“Selain tukar pikiran, strategi lain yang masih dapat digunakan adalah TBM saling memberi pengetahuannya kepada sesama temannya atau mengajar teman sejawat (peer teaching). Peer Teaching adalah pola belajar antar sesama TBM. Dalam proses ini tim fasilitator tak dapat dipisahkan dari proses perubahan afeksi TBM dalam belajar, “ujar Zilrefri.
Sementara, Adrika Arlis selaku fasilitator perpustakaan Kota Payakumbuh, menambahkan, langkah-langkah Pelaksanaan Metode Peer Teaching yakni cara pertama dalam menggunakan strategi yaitu, setelah melakukan apersepsi atau memberi salam dan melakukan pre test terhadap materi waktu lalu, fasilitator juga menghubungkan materi waktu lalu dengan topik yang akan dibahas pada waktu itu.
Kemudian fasilitator menerangkan secara umum tentang topik yang dibahas pada waktu itu. Setelah itu fasilitator membuat kelompok antar TBM secara merata, artinya dalam satu kelompok terdapat TBM yang pintar sedang dan kurang pintar. Maksudnya agar terdapat keseragaman pemikiran nantinya.
Langkah berikutnya adalah menjelaskan secara detil materi yang akan dibahas pada waktu itu meliputi indicator yang harus dicapai oleh TBM pada waktu itu. Selanjutnya TBM diberikan lembaran berisi tugas berupa pertanyaan untuk didiskusikan menurut pengetahuan yang mereka kuasai.
“Dengan melakukan PLM semua masalah yang muncul pada waktu diskusi kelompok tersebut diberikan solusinya oleh fasilitator. Dan fasilitator mengevaluasi serta menyimpulkan semua masalah dan pemecahannya kepada seluruh anggota TBM. Sehingga terdapat satu pemahaman yang seragam bagi setiap TBM. Terakhir fasilitator memberikan tugas kepada TBM untuk merangkum semua penjelasan fasilitator tadi untuk dikumpulkan sebagai post test bagi TBM,“ ujar Adrika.(rel/dod)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*