Kapolres Bukittinggi: Oknum Polisi Yang Melakukan Penyimpangan Terhadap Minyak Tanah akan Ditindak

 

Kapolres Bukittinggi AKBP.Amirjan .

Kapolres Bukittinggi AKBP.Amirjan .

Bukittinggi,PADANGTODAY.com-Dengan maraknya beredar kabar adanya oknum anggota Polres Kota Bukittinggi yang meyelundupkan minyak tanah bersubsidi untuk didistribusikan keluar daerah Sumatera Barat, hal ini membuat Kapolres Bukittinggi AKBP.Amirjan angkat bicara.

Amirjan mengungkapkan,pihaknya segera melakukan pengecekan secara mendalam untuk membuktikan kebenaran adanya oknum anggota Polres Bukittinggi yang melakukan penyimpangan Bahan Bakar Minyak (BBM).

Jika memang nantinya terbukti ada oknum anggota Polisi yang bermain, Amirjan menegaskan, pihaknya akan bertindak tegas terhadap oknum yang bersangkutan, baik memberikan sanksi dalam sidang kode etik maupun kemungkinan menggiring para pelaku yang merugikan masyarakat itu ke peradilan umum.

“Secara hukum atau administrasi, jika ada oknum Polri yang terlibat, oknum yang melakukan penyimpangan BBM itu akan diminta pertanggungjawabkan sesuai dengan ketentuan yang ada,” ungkap Amirjan pada saat mengadakan Konferensi Pers Rabu (24/9).

Amirjan melanjutkan, pihaknya tidak akan main-main terhadap pelaku penyimpangan atau penyelundupan BBM, baik yang dilakukan masyarakat umum, maupun dari oknum Polri sendiri.

“Kami minta kepada Pertamina untuk ikut bersama-sama mengawasi pendistribusian BBM, baik dari pihak agen maupun di pangkalan minyak. Terhadap pengawasan BBM ini, kami akan membentuk tim khusus terpadu untuk menangani dan menanggulangi potensi penyimpangan BBM,” tutur Amirjan.

Menurut Amirjan, kasus penyimpangan dan penimbunan BBM menjadi sorotan dan perhatian serius bagi Polres Bukittinggi. Ia juga menilai, segala bentuk penyimpangan dan penimbunan BBM bisa memicu terjadinya konflik di tengah masyarakat, oleh karena itu perlu menindaklanjuti setiap laporan yang diterima.

Sebelumnya, dalam pemberitaan beberapa media elektronik merebak adanya oknum Polri yang diduga melakukan penyimpangan BBM. Dalam pemberitaan itu disebutkan, aksi penyelundupan BBM jenis minyak tanah bersubsidi terjadi di Jalan Raya Bukittinggi-Medan, tepatnya di kilometer lima perbatasan Kota Bukittinggi-Kabupaten Agam pada Jumat 19 September 2014 sekitar pukul 16.30 WIB.

Dalam kejadian itu, sebanyak lima ribu liter atau sekitar lima ton minyak tanah untuk masyarakat di daerah penyaluran Kota Bukittinggi dan Kabupaten Agam disalin dari satu unit mobil tangki ke puluhan drum dan jerigen.

Bahkan salah seorang pekerja yang tengah melakukan penyalinan itu menyebutkan, seluruh minyak tanah tersebut merupakan milik anggota polisi dari Polres Kota Bukittinggi.(doni)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*