Keajaiban Politik, Politik Itu Ajaib, Silaturahmi Bertumbuh Pesat, Ir Mediar Indra MSi Jadi Tokoh Harapan Tanah Datar

Ir Mediar Indra MSi di tengah masyarakat Tanah Datar.

Ir Mediar Indra MSi di tengah masyarakat Tanah Datar.

Advertisements
Ir Mediar Indra MSi di tengah masyarakat Tanah Datar.

Ir Mediar Indra MSi di tengah masyarakat Tanah Datar.

Ir Mediar Indra MSi

Ir Mediar Indra MSi

Ir Mediar Indra MSi

Ir Mediar Indra MSi berbagi Imsakiyah Ramadhan.

Ir Mediar Indra MSi

Ir Mediar Indra MSi

Batusangkar, PADANG-TODAY.com-Wajahnya familiar. Sudah acapkali tampil di beragam media. Berpendidikan formal sampai di Universitas Indonesia. Pernah di Amerika Serikat beberapa bulan, mengikuti pendidikan intensif non gelar soal perencanaan pembangunan. Soal politik praktis jauh dari dirinya. Selain berstatus PNS juga sebab Ir Mediar Indra MSi lebih sibuk bekerja dimanapun ditempatkan pimpinan, serta berorganisasi sosial kemasyarakatan.

DODI SYAHPUTRA

Sebelum bekerja di Kota Payakumbuh, kota kelahirannya, Ir Mediar Indra yang berkampung di Padang Gantiang Tanah Datar ini, lama mengabdikan dirinya di Kota Padang. Perencana Pembangunan, itulah Mediar Indra.

”Saya tidak pernah berniat menjadi kepala daerah. Saya tulus ingin berbuat untuk siapa saja dan dimana saja. Makanya, saat saya kemukakan niat untuk mengabdi di kampung halaman, banyak yang merespon saya ingin jadi Bupati,” tukas Mediar Indra.

Pria bertubuh jangkung yang mentan Menwa dan Ketua Pemuda Pancamarga Sumbar ini, di lingkungan kenalan dan sahabatnya dikenal tidak neko-neko. Sebab itu, sejak awal ingin ikut serta mewarnai Tanah Datar, menjelang alek Pilkada 2015 ini, Mediar Indra yang dikenal sangat santun ini, langsung melapor ke Walikota Payakumbuh.

Katanya, ke Walikota, selaku Kepala Dinas dia tetap akan bekerja penuh waktu. Tidak akan lalai dan mencuri-curi kesempatan. Menjadi PNS dan mengabdikan diri pada negara telah puluhan tahun, Mediar Indra enggan menyia-nyiakannya.

Namun, di saat libur, hari-harinya yang biasa dihabiskan di ladang coklat, berolahraga atau berorganisasi, kini dilewakannya ke kampung halaman. Sejak beberapa bulan ini, langsung Tanah Datar dihoyak Mediar Indra. Kini, tak ada lagi sudut Tanah Datar yang tak kenal dengan Mediar Indra.

Selebritis Politik

Tak heran, jika kita menyaksikan, apalagi di DPR RI banyak selebritis terjun ke dunia politik. Namun, beda halnya dengan urang Padang Gantiang ini, ia menjadi selebritis sebab dianggap kini sebagai tokoh politik. Masuki saja Tanah Datar dari sudut mana saja, di sana sudah ada Mediar Indra dimana-mana.

Pekan lalu, berkeliling Tanah Datar, banyak sekali baliho dan spanduk Mediar Indra terpajang di mana-mana. Sampai di atas bukit, di sudut jalan, di pasar, kedai-kedai, terpajang Ir Mediar Indra MSi, ”Pimpinan Kito, Dunsanak yang Labiah Tahu Daripado Ambo.”

Konsep Mediar Indra menembus popularitas dengan waktu sangat cepat di Tanah Datar ini pun di luar prediksi. Ia, pernah dicemooh oleh rekan sejawat. Katanya, tak mungkinlah kita PNS ini bisa jadi bupati. Apalagi, Mediar Indra yang setiap hari hanya berkutat di Kota Payakumbuh yang kecil.

Cambuk. Ungkapan itu jadi cambuk. Banyak rekan dan kenalan Mediar Indra pun bersemangat sebab cemoohan ini. Mulai dari spanduk, baliho sampai alat peraga lainnya, dibantu oleh para kenalan ini. Sebab, Mediar Indra dikenal bersahabat dan berteman dengan siapa saja. Mulai dari masyarakat bawah sampai pejabat tinggi dikenal dan mengenalnya sebagai tokoh yang bersahabat.

Kini, Mediar Indra pun bersiap menuju langkah politik. Langkah tersebut bisa terhenti sebab partai politik yang tidak menerima tokoh pertanian dan pembangunan modern ini, diusung tanpa pinangan. Ya, soal pinangan, Mediar Indra secara pribadi mengaku bukan orang kaya. ”Saya ini PNS!” katanya.

Langkah politik ini, sekaligus membuatnya tersandung, harus pensiun dini dari statusnya PNS, sebab aturannya begitu. ”Saya berkomitmen, namun saya juga rasional. Jika, dukungan nyata, saya sedia maju. Dukungan sahabat dan rekan juga sangat dibutuhkan, untuk terus melanjutkan perjuangan ini.”

Keajaiban politik, politik itu ajaib, silaturahmi bertumbuh pesat. Mediar Indra merasakan keajaiban politik. Niatnya tulus dan ikhlas untuk bersilaturahmi ke kampung halamannya Tanah Datar, diapresiasi masyarakat. Terserah apapun bentuk dan arah apresiasi itu, yang penting Ikhlas.(Dodi Syahputra)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*