Kehabisan Uang, Warga Keturunan Tionghoa Terdampar di Padangpanjang

Fatimah saat berdialog dengan warga keturunan di Padangpanjang saat upaya meminta keterangan di ruangan penyidik Satpol PP kota setempat.

Fatimah saat berdialog dengan warga keturunan di Padangpanjang saat upaya meminta keterangan di ruangan penyidik Satpol PP kota setempat.

Advertisements

Padangpanjang, PADANGTODAY.com-Seorang warga Tionghoa asal Kalimantan Selatan, yang diketahui bernama Fatimah (22), harus berurusan dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Padangpanjang. Karena ditemukan terlantar oleh warga di kawasan Jembatan Kembar, Kelurahan Silaing Bawah, Senin (25/5) malam sekira pukul 22.30 WIB.

Kasatpol PP Kota Padangpanjang Yoni Aldo didampingi Kasi Operasi David Nover Marthin menyebutkan, wanita yang tidak memiliki identitas tersebut dilaporkan oleh warga yang menemukan salah seorang perempuan di kawasan Jembatan Kembar, diturunkan salah satu truck dari arah Pariaman.

“Setelah dilakukan pengamanan oleh Ketua RT XX Silaing Bawah, perempuan tersebut dibawa ke Satpol PP untuk diintrogasi. Dari hasil pemeriksaan petugas, diketahui wanita tersebut merupakan warga keturunan asal Kalimantan yang ingin menuju Kota Bukittinggi untuk menemui salah seorang rekannya,” kata Yoni Aldo.

Disebutkannya, meskipun tidak memiliki identitas dan tidak bisa berbahasa Indonesia dengan lancar, pihak Satpol PP terpaksa mendatangkan salah seorang warga keturunan yang ada di Padangpanjang. Untuk mendapatkan keterangan dari wanita mualaf yang mengaku telah melanglang buana di sejumlah daerah tersebut, bahkan hingga ke Malaysia.

“Dari keterangannya, dia sejak umur 12 tahun telah melanglang buana ke sejumlah daerah dan diduga menjadi korban perdagangan manusia. Karena, tidak adanya bukti-bukti yang menguatkan keterangan dari Fatimah yang sebelum di Islamkan tersebut bernama Kristin, Satpol PP terpaksa menyerahkan penanganannya ke pihak Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Padangpanjang,” jelasnya.

Ditambahkan David Nover Marthin, dari beberapa kasus yang pernah ditemui Satpol PP, banyaknya orang tanpa identitas yang ditemukan beberapa waktu belakangan ini, harus menjadi perhatian dari sejumlah pihak.

“Seperti kasus yang saat ini, karena ini berasal dari koordinasi pihak RT dan Satpol PP. Sehingga, penangawanan bisa dilakukan dengan cepat, kalau tidak orang terlantar tersebut bisa saja mendapat perlakukan yang tidak wajar dari sejumlah oknum bertanggung jawab, khususnya perempuan,” sebut David.

Disampaikannya, jika tidak ditangani dengan cepat, warga keturunan yang mengaku akan ke Pekanbaru tersebut, bisa saja dibawa ke daerah lain oleh truck-truck yang ditumpanginya. Apalagi, dia juga tidak memiliki identitas dan uang sebagai bekal dalam perjalanannya.

David juga menghimbau kepada masyrakat yang menemukan adanya warga yang terlantar, untuk segera memberitahukan kepada pihak keamanan terdekat ataupun kepada Satpol PP. Agar bisa ditangani dengan baik dan dikembalikan ke daerah asalnya. (nto)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*