Kejari Pariaman Tanguhkan Penahanan Tersangka

an,Padangtoday.com —-Khossan Kotsidi (30) tersangka dugaan korupsi senilai4,6 miliar selaku rekanan pembangunan jaringan pipa PDAM di Asam Pulau Padangpariaman, Sumbar hari ini, Kamis 22/10/2015 gagal ditahan oleh Kejaksaan Negeri Pariaman.

Advertisements

Khossan Kotsidi hadir di Kejari Pariaman dari pukul 15.00 WIB dan meninggalkan Gedung Kejari menuju Rumah Sakit Balad Medical Center sekitar pukul 19.3o WIB dengan didampingi pengacaranya.Sekitar 4 jam lebih Khossan Kotsidi menghabiskan waktu di Pariaman, hingga penahananuntuk tersangka tersebut gagal dilakukan oleh Kejari Pariaman dengan alasan kesehatan tersangka terganggu.

Kepala Kejaksaan Negri Pariaman Yulitaria melalui Jaksa Pidana Khusus(Japidus) Resmen mengatakan,tersangka Khossan Kotsidi telah kooporatif dalam permasalahan ini. Buktinya hari ini ia menghadiri panggilan yang ketiga yang seharusnya jatuh pada hari Jumat 23/10/2015. Namun hari ini Kamis 22/10/2015 sekitar pukul 15.00 WIB tersangka datang lebih awal.

“kehadiran tersangka hari ini kita berikan apresiasi, ini salah satu bukti bahwa tersangka kooporatif dalam permasalahan ini,” ungkap Resmen.

Dijelaskaan, kedatangan tersangka hari ini membawa sepucuk surat dari dokter Pribadi tersangka atas nama DR Eric Chong yang beralamat dari rumah sakit Singgapura yang bernomor NRIC. A9338403 bahwa tersangka benar benar mengalami ganguan kesehatan yang terdapat pada lambung, hipertensi dan disertai dengan tingginya tekanan darah tersangka, jelas Japidsus.

Ia meneruskan, berdasarkan adanya surat keterangan bahwa tersangka mengalami gangguan kesehatan tersebut, pihak Kejari Pariaman belum bisa mengambil kebijakan untuk penahanan terhadap tersangka sebagai tahanan jaksa, terangnya.

Untuk pembuktian ini, jelas Resmen, pihak Kejari Pariaman mendatangi dokter dari Rumah Sakit Balad Mediccal Center Pariaman. Setelah dilakukan cek medical bahwa tersangka benar benar mengalami ganguan kesehatan, yaitu hippertensi dan asam lambungnya tinggi juga Tekanan darah tersangka diatas 160 per 180.

Berdasarkan rujukan kedua surat tersebut pihak Kejari tidak dapat melakukan penahanan terhadap tersangka, dan tersangka untuk sementara  dibawa kerumah Sakit Balad Medical Centre di Pariaman untuk merawatnya agar dapat pulih dari penyakitnya.

“Untuk sementara ini tersangka dirujuk ke Rumah Sakit Balad Medical Center untuk pemulihan kesehatan. Setelah kesehatanya pulih, tersangka sudah dapat dilakukan penahanan, dan itupun harus ada tolak ukur dari dokter yang bersangkutan,” tandasnya.

Sementara pengacara Khossan Kotsidi, Ardin SH MH mengatakan, ia tidak bisa berkomentar banyak, cukup surat dari dokter Khossan Kotsidi tersebut menjawabnya.

“Saya tidak bisa berkomentar hari ini, namun dalam hal ini, klain saya telah bersikap kooporatif,” tandasnya.

Sebelumnya, sekitar pukul 11.30 WIB kantor kejari Pariaman dipenuhi oleh puluhan Mahasiswa PMII Pariaman dalam menyikapi kinerja Kejari dalam persoalan kasus korupsi yang ada di Kejari Pariaman.

Puluhan mahasiswa tersebut berorasi didepan gedung kejari pariaman dengan aman dan damai. (eri)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*