Kemarau Panjang, PDAM Padangpanjang Suplay Ribuan Liter Perhari

Bocor: Direktur PDAM Herizal AA dan Kabag Tekhik Rinaldi bersama staf terlihat memeriksa tanki berkapasitas 2 ribu liter yang bocor saat hendak pemindahan air dari mobil untuk kebutuhan warga RT 1 Kelurahan Tanah Paklambiak.

Bocor: Direktur PDAM Herizal AA dan Kabag Tekhik Rinaldi bersama staf terlihat memeriksa tanki berkapasitas 2 ribu liter yang bocor saat hendak pemindahan air dari mobil untuk kebutuhan warga RT 1 Kelurahan Tanah Paklambiak.

Advertisements

Padangpanjang, Padangtoday—Kemarau panjang yang melanda hampir seluruh daerah di Sumbar termasuk Kota Padangpanjang, menyebabkan produksi air Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) setempat mengalami penurunan drastis. Hal ini menyebabkan pelanggan PDAM menjerit, khususnya puluhan Kepala Keluarga (KK) di RI 1 Kelurahan Tanah Paklambiak, Kecamatan Padangpanjang Timur kota setempat.
Neni Oktaria, 42, menceritakan rata-rata warga setempat harus menjemput air menggunakan ember dan dirigen serta perangkat serupa untuk memenuhi kebutuhan rumahtangga. Parahnya para kaum ibu harus berulang kali menjemput air ke sumur tua serta pancuran tuo dan mendaki mengankut ke rumah masing-masing.

Penderitaan seperti itu dikatakannya telah dialami masyarakat setempat hampir sejak 5 tahun lalu karena kawasan berada di ketinggian sehingga sulit dicapai air PDAM. Meskipun tidak dalam musim kemarau, suply air PDAM tidak maksimal sehingga warga lebih memilih mengalirkan air hujan menggunakan paralon yang dihubungkan langsung ke bak penampungan.

“Kami merasakan kesulitan air ini setidaknya sudah 5 tahun terakhir atau sekitar 2010 silam. Meski tidak kemarau, air PDAM tidak mengalir maksimal ke rumah. Sehingga untuk memenuhi kebutuhan air, kami memilih mengalirkan air hujan dari atap dengan menyambungkan paralon ke dalam bak mandi supaya lebih cepat penuhnya,” tutur Neni diamini Anipon, 74, saat ditemui Padang Today di pemukiman setempat.

Anipon juga menyampaikan harapannya agar ada solusi dari PDAM untuk mengalihkan jaringan air untuk warga di RT setempat dengan pipa baru dari arah komplek asrama Secata B. Hal ini dikatakannya agar suply air saat musim hujan bisa dinikmati puluhan warga yang ada dengan baik dan maksimal, sehingga tidak perlu lagi mengkonsumsi air hujan.

“Kalau jaringan pipa PDAM tidak dialihkan, bisa dibayangkan begitu menderitanya kami yang sudah lanjut usia ini harus mengakut air cukup jauh dan mendaki meski telah dibantu dengan adanya suply air menggunakan tanki PDAM. Namun kebutuhan kami tidak sebanding dengan suply yang diberikan PDAM sebanyak 4 ribu liter perharinya,” ungkap Anipon menambahkan.

Direktur PDAM Padangpanjang Herizal AA didampingi Kabag Tehkni Rinaldi menyebut pihaknya akan menelusuri kemungkinan pemasangan pipa untuk mengatasi kesulitan warga di kelurahan setempat. Diakuinya saat musim kemarau, air tidak sanggup mengaliri kawasan itu karena berada pada ketinggian. Hal itu diperparah pula dengan turunnya debit air pada sumber Tungku Saadah Sungai Andok mencapai 30 liter perdetiknya.

“Kawasan pemukiman ini memang sulit untuk bisa dialiri karena berada di ketinggian. Namun saat tidak kemarau, distribusi air bisa mencapai rumah pelanggan meski menurut warga kuantitasnya sangat kecil. Satu-satunya jalan agar suply air lancar, memang harus mengambil dari pipa induk pada komplek asrama Secata B,” terang Herizal.

Sementara Komandan Secata B Rindam I Bukitbarisan, Mayor Inf Irvan menjawab pihaknya secara prinsip mengapresiasi harapan warga RT yang berada tepat di belakang komplek asrama tersebut. Namun Irvan menyebut, pemasangan pipa baru melewati tanah Secata B dapat saja dilakukan sepanjang tidak harus menggali jalan utama komplek dari gerbang asrama.

“Sepanjang demi kebutuhan masyarakat banyak, kami secara prinsip menyetujui adanya permintaan pemasangan pipa jaringan PDAM melalui kawasan asrama Secata. Namun jika harus melewati jalur utama komplek, tentu akan terjadi penggalian yang dapat mengganggu akses masuk bagi warga asrama,” jawab Irvan yang ditemui baru-baru ini. (nto)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*