Kemarau Panjang Pukul Petani Bakuang Jaya, Jasindo Berikan Santunan 35 Juta Lebih

Kemarau Panjang Pukul Petani Bakuang Jaya, Jasindo Berikan Santunan 35 Juta Lebih

Kemarau Panjang Pukul Petani Bakuang Jaya, Jasindo Berikan Santunan 35 Juta Lebih

Payakumbuh, PADANG-TODAY.com-Mimpi 15 petani dalam Kelompok Tani Bakuang Jaya, Kelurahan Kotopanjang Dalam, Lamposi Tigo Nagari (Latina) untuk menikmati panen padi mereka pupus. Seluas 5,9 hektar sawah milik petani gagal panen, akibat musim kemarau panjang. Beruntung, PT Jasindo memberikan klaim asuransi 35.825.400 rupiah untuk Keltan Bakuang Jaya.

Ketua Keltan Bakuang Jaya Benni Mulianto menginformasikan, harusnya Agustus 2016 anggotanya sudah panen. Namun datangnya musim kemarau panjang hingga saat ini, membuat padi jenis junjung dan batang piaman tidak tumbuh subur dan mati sebelum berbuah.

Hal itu disampaikannya di Balaikota Payakumbuh, Rabu (12/10).

“Hingga sekarang, sudah empat bulan kami tidak turun ke sawah. Dapat dibayangkan, bagaimana nasib kami mengepulkan asap dapur,” ungkap adik kandung Camat Latina David Bachri ini.

Untuk sementara, anggota keltan kerja serabutan. Lahan dicoba untuk menanam sayur-sayuran dan tanaman lain. Tanah garapan mereka sudah reta-retak, karena tak disiram hujan.

Benni berharap, pembangunan saluran irigasi yang dilakukan pemerintah tahun ini segera selesai. Namun menurutnya, saluran irigasi yang dibangun, masih belum menyelesaikan masalah. Belum semua sawah milik Keltan Bakuang Jaya yang teraliri. Solusinya, Bakuang Jaya akan membuat dua sumur bor di kawasan persawahan mereka.

Dikatakannya, Bakuang Jaya punya mesin pompa air, masih bantuan Pemko. Namun, mesin pompa itu biaya BBM-nya terlalu tinggi. Air yang masuk ke dalam sawah, cepat hilang karena resapan tanahnya yang terlalu cepat.

“Kemungkinan, sawah kami berada di tepi Sungai Batang Lampasi,” katanya.

Namun, beruntung anggota Keltan Bakuang Jaya belum sampai tiarap. Hal itu karena adanya program asuransi yang dilakukan Pemko dengan PT Jasindo, sudah menyalurkan klaim asuransi akibat gagal panen tersebut.

“Klaim asuransi itu sudah kami terima dan dananya masih tersimpan dalam rekening. Kalau kami sudah bisa turun ke sawah kembali, klaim asuransi bakal menjadi modal keltan untuk bercocok tanam, guna membeli bibit dan pupuk, serta obat-obatan. Kalau masih tersisa, akan dijadikan buat keperluan pertanian lainnya,” simpul Benni.(rel/Dodi Syahputra)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*