Kenaikan BBM “Dalam Timbangan Tauhid” Oleh Imam Mashroni

Imam Mashroni.

Imam Mashroni.

Padang, PADANGTODAY.com-Di awal tulisan ini, saya ingin mengajak Anda untuk meng-Aminkan doa berikut ini: “Ya Allah, barangsiapa yang mengurusi urusan ummatku (rakyat), kemudian dia mempersulit urusan mereka (rakyat), maka timpakanlah kesulitan atasnya. Dan barangsiapa yang mengurusi urusan ummatku (rakyat), sedang dia memberikan kemudahan atas
urusan itu, maka mudahkanlah dia”. Amiin.

Doa di atas adalah doa yang pernah dibaca oleh Nabi Muhammad SAW, sebagaimana yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, dalam haditsnya nomor 1828.

Terlepas dari masalah setuju atau tidak atas kebijakan kenaikan BBM, meski kebutuhan hidup sudah secara membeo turut naik, saya ingin mengulas tentang keputusan pemimpin negeri ini beberapa waktu lalu. Bukan tempat dan ranah saya apabila tulisan ini membahas dari sudut pandang sosial, ekonomi dan politis.

Saya hanya ingin menghangatkan hati-hati kita yang mungkin sedikit kecewa. Percayalah akan eksistensi Allah sebagai tuhan dan pencipta. Disebutkan dalam riwayat, di zaman Rasulullaah Muhammad SAW, pernah terjadi kenaikan harga barang-barang kebutuhan pokok.

Mereka pun mendatangi Nabi shallAllahu ‘alaihi wa sallam dan menyampaikan masalah tersebut. Mereka mengatakan,
“Wahai Rasulullaah, harga-harga barang banyak yang naik, maka tetapkan keputusanmu yang mengatur harga-harga barang itu.” Nabi shallAllahu ‘alaihi wa sallam menjawab dengan sabdanya yang mulia, “Sesungguhnya Allah adalah Dzat yang menetapkan harga, yang menyempitkan dan melapangkan rezeki, Sang Pemberi rezeki. Sementara aku berharap bisa berjumpa dengan Allah dalam keadaan tidak ada seorang pun dari kalian yang menuntutku disebabkan kedzalimanku dalam urusan darah maupun harta.” (HR. Ahmad, Abu Daud, Turmudzi, Ibnu Majah, dan di Shahihkan oleh Al-Albani)

Dengan memahami hal ini (tauhid), setidaknya kita berusaha mengedepankan sikap tunduk kepada takdir, dalam arti tidak terlalu bingung (galau) dalam menghadapi kenaikan harga BBM ini. Apalagi harus stres atau bahkan sampai bunuh diri. Semua sikap negatif bukanlah solusi, akan tetapi justru hanya menambah beban dan memperparah kondisi.

Jatah rezeki yang Allah tetapkan tidak akan bertambah maupun berkurang. Meskipun, masyarakat Indonesia diguncang dengan kenaikan harga barang-barang kebutuhan hidup yang lain, akibat dampak kebijakan kenaikan BBM, itu sama sekali tidak akan menggeser atau mengurangi jatah rezeki kita.

Allah menyatakan dalam Firman-Nya: “Andaikan Allah melapangkan rezeki kepada hamba-hamba-Nya tentulah mereka akan melampaui batas dimuka bumi, tetapi Allah menurunkan apa yangdikehendaki-Nya dengan ukuran. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui (keadaan) hamba-hamba-Nya lagi Maha Melihat.” (QS. As-Syura: 27) Ibnu Katsir mengatakan, “Maksud ayat tersebut adalah Allah memberi rezeki mereka sesuai dengan apa yang Allah pilihkan, yang mengandung maslahat bagi mereka. Dan Allah Maha Tahu akan hal itu, sehingga Allah memberikan kekayaan kepada orang yang layak untuk kaya, dan Allah menjadikan miskin sebagian orang yang layak untuk miskin.” (Tafsir Alquran al-Adzim, 7:206) Berikutnya adalah Jaga Shalat, semahal apapun harga pangan, Allah menjamin rezeki kita, Allah berfirman: “Perintahkahlah keluargamu untuk Shalat dan bersabarlah dalam menjaga shalat. Aku tidak meminta rezeki darimu, Aku yang akan memberikan rezeki kepadamu.
Akibat baik untuk orang yang bertaqwa.” (QS. Thaha:132) Yang terakhir, ada kisah ketika di masa hidup dan berjayanya para ulama madzab, terjadi kenaikan harga pangan yang sangattinggi. Merekapun mengadukan kondisi ini kepada salah
seorang ulama di masa itu. Kita lihat, bagaimana komentar beliau: “Demi Allah, saya tidak peduli dengan kenaikan harga ini, sekalipun 1 biji gandum seharga 1 dinar! Kewajibanku adalah beribadah kepada Allah, sebagaimana yang Dia perintahkan kepadaku, dan Dia akan menanggung rezekiku, sebagaimana yang telah Dia janjikan kepadaku.” Jadi boleh kita tidak setuju, namun jangan sampai kita lupa akan eksistensi Allah sebagai tuhan kita. Allahu a’lam. (dil/winda)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*