Kenaikan Harga BBM Tak Memicu Peningkatan NPL Perbankan

bank-indonesiaJakarta, PADANGTODAY.com – Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (Bank BCA), Jahja Setiaatmadja mengatakan kenaikan BBM tidak serta merta diikuti dengan naiknya suku bunga perbankan.

Meski dibayangi kemungkinan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dan tekanan inflasi, kalangan perbankan tetap optimistis kinerja mereka terjaga. Sejauh ini industri perbankan cukup siap menghadapi kemungkinan kenaikan harga BBM.

“Gini soalnya itu bukan matematik yah, jadi kan pengaruhnya tidak langsung, itu tergantung dari pada biaya-biaya kendaraan umum,” ujarnya usai acara IBEX 2014 di Jakarta Convention Center, Jumat (29/8).

Menurut dia, kalaupun nantinya inflasi menyentuh level 8 persen akibat kenaikan harga BBM, BI Rate belum tentu dinaikkan.

“Jadi nanti sesudah katakan bbm naik kita lihat sebulan kemudian dampaknya berapa, inflasi kan diumumkan setiap bulan itulah baru kita tau oh interest harus berapa, atau oh cukup tetap saja kira-kira begitu,” jelas dia.

Kenaikan harga BBM juga tidak akan langsung memicu peningkatan non performing load (NPL) perbankan. Apalagi sejauh ini NPL perbankan di Indonesia masih tergolong stabil di kisaran 2,2 persen.

Dari data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per akhir Juni 2014 tercatat total NPL bank umum mencapai Rp 74,9 triliun, sedangkan pada April dan Mei masing-masing sebesar Rp 68,8 triliun dan Rp 74,3 triliun.(mr/nol)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*