Kesbangpol Payakumbuh Masuk Lapas, Sosialisasikan Pencegahan Narkoba

Kalapas R Sigit Dwi Satrio Wibowo menandatangani naskah  MOU dengan Pemko Payakumbuh, tentang penyalahgunaan narkoba dan miras, disaksikan Wawako Suwandel Muchtar dan Ketua DPRD YB. Dt. Parmato Alam, Kamis 16 April 2015.

Kalapas R Sigit Dwi Satrio Wibowo menandatangani naskah MOU dengan Pemko Payakumbuh, tentang penyalahgunaan narkoba dan miras, disaksikan Wawako Suwandel Muchtar dan Ketua DPRD YB. Dt. Parmato Alam, Kamis 16 April 2015.

Wawako Suwandel Muchtar memberikan pengarahan tentang bahaya narkoba di depan warga binaan Lapas Payakumbuh, Kamis 16 April 2015.

Wawako Suwandel Muchtar memberikan pengarahan tentang bahaya narkoba di depan warga binaan Lapas Payakumbuh, Kamis 16 April 2015.

Payakumbuh, PADANGTODAY.com-Pemerintah Kota Payakumbuh melalui Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Payakumbuh bekerjasama dengan Badan Narkotika Nasional Kota (BNN) dan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) kota setempat, menggelar acara sosialisasi Pencegahan Peredaran dan Penyalahgunaan Narkoba (PPPN), di ruang pertemuan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas), Kamis (16/4).

Sosialisasi PPPN  diikuti  201 warga binaan ini,  dibuka  Wakil Walikota Payakumbuh Suwandel Muchtar.  Ketua DPRD YB, Dt, Parmato Alam, Wakapolres Payakumbuh Kompol Yudi Sulistiyo, S.IK, Ketua MUI Mismardi, BA, Kepala BNN Kota Payakumbuh Kompol Bambang Yudhistira dan Kepala BPJS Dahidin, SE, serta Kepala Lapas R.Sigit Dwi Satrio Wibowo, ikut hadir saat pembukaan acara.

Tidak hanya sosialisasi PPPN, tapi Kesbangpol yang dikomandoi Dra. Elfriza Zaharman, juga menggandeng BNNK Payakumbuh, melakukan tes urine kepada 40 napi dan 20 pegawai Lapas sebagai sample. Kegiatan ini dalam rangka antisipasi peredaran narkoba dari Lapas. “Kita harus dukung usaha pemerintah dalam membersihkan  Lapas dari peredaran narkoba, katanya.

Dalam sambutannya, Wakil Walikota Suwandel, menyatakan keprihatinannya terhadap bahaya narkoba di kota ini. Menurutnya, setiap ada penangkapan berkaitan narkoba, pihak Polresta  selalu memberi tahu, dan pelakunya berasal dari daerah Luak Limopuluah.  “Tidak hanya sekali atau dua kali, pihak kepolisian memberi tahu kita, tetapi sudah sering terjadi. Inilah yang membuat saya sangat prihatin, terlebih yang banyak terlibat narkoba adalah generasi muda,” sebut Wawako.

Hal senada juga disampaikan Ketua DPRD Dt. Parmato Alam. Keterangan politisi Partai Golkar ini,  Payakumbuh merupakan kota kedua peredaran narkoba terbanyak di Provinsi Sumatera Barat. Ditambah pula data yang disampaikan Kalapas,  bahwa dari 201 warga binaan,  85 orang di antaranya tersangkut dengan kasus narkoba.

Di akhir acara tersebut,  Wakil Walikota Suwandel Muchtar dan Kalapas Sigit Dwi Satrio Wibowo, melakukan penandatangan MOU Kerjasama Sosialisasi Pencegahan Peredaran Penyalahgunaan Minuman Keras dan Narkoba 2015.(mnc)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*