Kesembilan Kalinya, Payakumbuh Terima Adipura 2016

Walikota Payakumbuh Riza Falepi mengangkat piala Adipura

Walikota Payakumbuh Riza Falepi mengangkat piala Adipura

Advertisements

Payakumbuh, PADANG-TODAY.com-Tahun 2016 ini, Kota Payakumbuh kembali sukses merebut piala Adipura. Raihan tersebut merupakan piala Adipura kesembilan bagi Payakumbuh, sejak era reformasi. Piala Adipura Buana yang diterima Payakumbuh, diserahkan Wapres RI H M Jusuf Kalla didampingi Menteri LHK Siti Nurbaya kepada Walikota H Riza Falepi dalam acara peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tingkat Nasional 2016. Acara tersebut dipusatkan di kawasan Istana Siak di Kota Siak Indrapura, Kabupaten Siak, Riau, Jum’at (22/7).

Walikota Riza Falepi tidak sendirian menjemput Piala Adipura kebanggan warga kota itu. Walikota didampingi Asisten III Setdako H Amriul M.Pd, Kepala Bappeda Drs H Rida Ananda, Kadisparpora Drs Syahnadel Khairi, Kepala Kantor Lingkungan Hidup  Prima Yanuarita SH,  Kepala DTRK Elfi Jaya ST, Kabid Kebersihan Men Apris SH, serta sejumlah pejabat terkait lainnya dan anggota kebersihan DTRK Payakumbuh.

Pemerintah pusat menilai, Payakumbuh punya manajemen pengelolaan  sampah dan tata kelola lingkungan hidup yang cukup baik, dibanding kota/kabupaten lainnya di Sumatera Barat. Pemko mampu menjadikan kota ini bersih, hijau, sehat dan menerapkan pembangunan yang berkelanjutan bagi penduduknya.

Menurut walikota, Adipura Buana adalah penghargaan Adipura yang diberikan kepada kota/ibukota kabupaten yang layak huni (livable city). Di Indonesia, tercatat 57 kota dan kabupaten menerima Adipura Buana dan Payakumbuh berada di urutan ketiga, setelah Pasuruan (Jatim) dan Sukabumi (Jabar). Ranking ini, naik tujuh anak tangga, dibanding peringkat tahun lalu yang menempatkan Payakumbuh di urutan kesepuluh.

Ketika menerima Piala Adipura itu, Wapres Jusuf Kalla mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperbaiki dan menjaga lingkungan hidup. Menurut Wapres, keberlangsungan lingkungan hidup bukan hanya untuk hari ini saja, namun demi masa depan generasi mendatang.

“Daerah yang mendapatkan Adipura harus terus menjaga lingkungan, karena pembangunan lingkungan selalu berbarengan dengan pembangunan ekonomi. Kalau lingkungan tidak dikelola dengan baik, bisa jadi musibah,” pesan Wapres yang dinilai Walikota Riza Falepi sangat bijak sekali.

Menurut Walikota, ia akan membuat kebijakan yang dapat menciptakan harmoni antara lingkungan dan pertumbuhan ekonomi. Kesalahan masa lalu, karena salah urus dalam memelihara lingkungan hidup yang mengakibatkan bencana di mana-mana.

“Harus menjadi perhatian khusus untuk diperbaiki,” kata Walikota mengutip pesan Wapres.

Nilai tambah bagi Payakumbuh yang selalu mendapat langganan Adipura, menurut keterangan Kepala DTRK Elfi Jaya dan Kepala LH Payakumbuh Prima Yanuarita,  karena pengelolaan sampah yang sudah berbasis masyarakat. Dengan total timbulan sampah  di Payakumbuh mencatat 247 per hari, dan yang dibawa  sampai ke TPA (Tempat Pengolahan Akhir) sampah di Kelurahan Kapalo Koto, Payakumbuh Selatan hanya 44% dari timbulan sampah dimaksud. Sisanya,  56% sampah lagi, dikelola masyararakat, melalui  program bank sampah dan pengomposan di setiap sumber.

Kemudian, program Kota Sehat Payakumbuh yang sudah maju,  juga merupakan kunci sukses Payakumbuh yang diakui tim  penilai Adipura  pusat.  Payakumbuh dalam beberapa tahun terakhir, merupakan daerah rujukan bagi daerah lain di Sumatera, dalam hal menciptakan Kota Sehat dan Bersih.

“Berikutnya, tim penilai juga memberikan apresiasi terhadap program pengelolaan air bersih di kota ini. Sistem pengelolaan sumber air yang cukup bagus, ditandai dengan  sungai yang bebas dari sampah dan limbah lainnya, memberikan nilai positif dalam perebutan Adipura. Kemudian ditunjang dengan peningkatan ruang terbuka hijau (RTH) untuk publik, serta komitmen tinggi Walikota Riza Falepi bersama DPRD Payakumbuh,” ungkap Elfi dan Prima Yanuarita.(rel/Dodi Syahputra)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*