Ketersediaan Daging Segar Alami Penurunan, Terpengaruh Harga Jual di Jawa

Padangpanjang, Padangtoday—Melonjaknya harga jual daging segar hingga Rp140 ribu perkilo di Jawa, secara tidak langsung turut mempengaruhi ketersediaan daging di Sumbar, termasuk Kota Padangpanjang beberapa hari belakangan.

Advertisements

Pantauan Padang Ekspres di lapangan, jumlah ketersediaan daging dari kuantitas pemotongan pada Rumah Potong Hewan (RPH) di Padangpanjang tampak mengalami penurunan cukup signifikan sekitar 600-800 kilogram atau berkurang hingga 2 ekor sapi setiap harinya. Hal ini diperkirakan sulitnya mendapatkan sapi atau kerbau yang akan disembelih oleh para toke sapi pengusaha ternak potong.

“Jumlah pemotongan sapi di RPH memang mengalami penurunan dari biasanya. Yakni jika hari biasa bisa 9-10 ekor perhari, hari ini hanya 7 ekor saja yang diantarkan pengusaha dipotong. Kondisi ini kita perkirakan karena sulitnya ketersediaan sapi di pasar ternak, sehingga mempengaruhi jumlah ketersediaan daging di pasar seperti yang kita ketahui beberapa hari belakangan,” sebut Kepala UPT RPH, Rinaldi di ruangan kerjanya, Selasa (26/1) kemarin.

Salah seorang pengusaha sapi potong (toke), Sutan Nagari mengatakan setidaknya bisa menyuplay sapi potong hingga 5-7 setiap harinya. Namun beberapa waktu belakangan paling banyak 2-3 ekor saja karena sulitnya mendapatkan sapi atau kerbau yang akan disembelih di RPH daerah berhawa sejuk itu. Hal ini dikatakannya akibat terjadi lonjakan harga jual daging segar pada pasar tradisional di Jawa atau Jakarta yang mencapai angka Rp140 ribu perkilo.

Tingginya harga jual daging segar di Jawa tersebut dikatakannya, salah satu penyebab terkendalanya mendatangkan sapi potong yang rutin dibeli melalui pasar ternak di Jogjakarta dan Nganjuk Jawa Timur. Sehingga untuk kebutuhan di Padangpanjang, Sutan Nagari hanya bisa berharap mendapatkan sapi melalui pedagang ternak di lokal Sumbar seperti Solok, Payakumbuh dan sejumlah daerah lainnya.

“Harga jual daging di Jawa yang mencapai Rp140 ribu perkilo, sangat tidak sebanding dengan harga jual kita di sini yang hanya sekitaran Rp105-110 ribu perkilo. Hal ini menyebabkan sangat tidak sebanding jika kita harus mendatangkan sapi potong dari Jawa, karena harga jual daging di sana jauh lebih tinggi,” tutur Sutan Nagari.

Demikian juga halnya terhadap potensi daging segar dengan mendatangkan daging sapi impor melalui Lampung. “Harga jual perkilo daging sapi asal Australia tersebut juga mengalami kenaikan hingga Rp5 ribu perkilo. Sementara di Pasar Padangpanjang, kenaikan hanya berkisar Rp2-3 ribu perkilonya,” ungkapnya dari balik seluler.

Sementara Kepala Dinas Koperasi Industri UMKM dan Perdagangan (Diskoperindag), Arpan saat dikonfirmasi menjawab kelangkaan sapi potong hingga saat ini belum mempengaruhi terjadinya lonjakan hagra daging segar di pasar. “Namun untuk ketersediaan pasokan daging dengan jumlah sapi potong, tentu hal ini merupakan gawe-nya Dinas Pertanian,” jawab Arpan singkat di sela-sela mengawasi pekerjaan lahan parkir di Pondok Disain dan Promosi Bukitsurungan. (nto)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*