KETUA PKDP BERSAING DENGAN BUDI JADI KETUA KADIN SUMBAR

Padang,PADANG-TODAY.COM–Ketua DPW Persatuan Keluarga Daerah Piaman (PKDP) Sumbar mencalonkan diri maju Ketua KADIN.

Advertisements

Ramal Saleh pengusaha gambir juga Ketua DPW PKDP telah mendaftarkan diri maju sebagai calon Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Sumbar, bersaing bersama S. Budi Syukur dalam Musda KADIN.

“Maju sebagai calon Ketua KADIN Sumbar atas dukungan dan dorongan dari kawan-kawan pengusaha dan organisasi lainya,”kata Ramal Saleh di Padang.

Ia menjelaskan, sebenarnya dalam UU tidak ada perbedaan di tubuh pengusaha, baik yang terdaftar di KADIN maupun tidak terdaftar. KADIN buat semua, mulai dari PKL, UMKM. KADIN harus bersinergi saling membantu pengusaha, jangan ada perbedaan.

“Fungsi KADIN menjembatai kepentingan pegusaha dengan pemerintah, pengusaha dengan pihak lainnya. KADIN harus menjadi kebijakan dalam mengatur strategi perekonomian, serta pengembangan bisnis anggota,”ungkapnya.

Selama ini tambah Ramahl Saleh KADIN belum ada bisa mengayomi para pengusaha hanya berjalan sendiri. “Kedepan KADIN harus menjadi kebersamaa atau menjadikan rumah gadang pengusaha, KADIN bukan anggota kalangan konglomerat saja masih ada lagi UMKM, ini harus dirangkul. Jika ada peluangan usaha, KADIN bisa menjadi tempat seleksi pengusaha yang benar,”jelasnya.

Sementara itu Ketua YLKI Sumbar, Danil Aswad menyatakan, seharusnya anggota KADIN bisa sinergi dengan pemerintah, sehingga investasi di Sumbar tumbuh dengan sendirinya.

“KADIN ini rumah gadangnya pengusaha, bisa mengembangkan bisnis di Sumbar,”katanya.

Sangat miris, tambah Danil kalangan pengusaha belum bisa memberikan dampak bagi kalangan dunia usaha. “Jika dunia usaha tumbuh kembang, angka penganggur bisa ditekan di Sumbar,”ungkapnya.

Tempat terpisah, Ketua KADIN Sumbar, Asnawi Bahar membenarkan KADIN akan melaksakan Musda untuk pemilihan ketua.

“Ada dua bakal calon ketua telah mendaftar untuk ikut bertarung dalam pemilihan ketua yakni Budi Syukur dan Ramal Saleh, Musda KADIN dilaksanakan pada 28 hingga 29 November 2016 di Padang,”ungkapnya.

Ia menyatakan, kalangan pengusaha masih mengalami kesulitan di pemerintahan dalam suatu urusan perizinan, mereka terus dipersulit.

“Hal ini menjadi penghambat bagi kalangan pengusaha untuk bisa berinvestasi di Sumbar,”katanya.(*nat)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*