Kita Lakukan Apa yang Kita Bisa

PADANG,PADANGTODAY.COM-“Kita lakukan apa yang kita bisa,” Slogan yang melekat di punggung seragam kebesaran Tagok Community, komunitas tanpa identitas. Entah kemanusiaan, relawan, sosial, atau malah event organizer.

Berawal dari kekecewaan akan ketimpangan sosial di masyarakat, membangkitkan semangat untuk membangun komunitas yang mengutamakan aksi dalam segala ranah pemberdayaan umat.

“Kita seringkali berada di suatu kondisi yang memaksa kita melihat ketimpangan sosial disekitar kita, tetapi, menunggu orang lain untuk memulai aksi. Mungkin kami komunitas yang gila, berdiri tanpa modal dan hanya mengandalkan kekuatan antara kami, bukan uang bukan barang yang menjadi pendorong untuk saling peduli. Melainkan aksi,”  Wellyandi, Ketua komunitas yang terdiri dari 11 anggota ini memulai kisahnya.

Kesempatan untuk menularkan semangat kemanusiaan, dikelola secara maksimal ketika komunitas ini dipercaya dalam persiapan agenda Training Relawan Kemanusiaan Dompet Dhuafa Singgalang di Bukittinggi pada Sabtu dan Minggu (17-18/10).

Mulai dari publikasi dengan menjamah segenap lapisan masyarakat, persiapan tempat, dan kebutuhan selama Training, dilaksanakan secara maksimal. 200 peserta terjaring mendaftarkan diri bergabung dalam training ini.

“Kami mungkin tak bisa mendukung suatu gerakan dengan bantuan berupa uang. Berdasar slogan yang kami pegang teguh, kami akan melakukan yang kami bisa, untuk merangkul masyarakat bahwa ‘aksi’ lebih memiliki nilai yang mampu mengubah umat. Sedangkan dana untuk pembangunan umat itu sendiri, kami yakin, bentuk kepedulian dalam penyaluran zakat yang maksimal ditengah masyarakat seharusnya sudah bisa memutus rantai kemiskinan dan peningkatan kualitas kehidupan di negeri kita,” pungkas Wellyandi.(n/can)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*