KLB Demokrat Ilegal, Hinca Minta Polisi Bubarkan

Advertisements

Padang-today.com – Kongres Luar Biasa (KLB) partai Demokrat digelar di Sibolangit, Sumatera Utara pada Jumat (5/3) merupakan kegiatan ilegal.

Anggota Komisi III DPR RI Fraksi Partai Demokrat Hinca IP Pandjaitan XIII dalam siaran pers meminta pihak Kepolisian membubarkan KLB ilegal yang tidak ada izinnya.

Hinca mengatakan sudah cek langsung ke Kapolri barusan, bahwa penyelenggaraan KLB utu dipastikan ilegal karena Polri baik Mabes maupun Polda sama sekali tidak memberikan ijin penyelenggaraan KLB.

“Oleh karena penyelenggaraan KLB itu tidak ada ijinnya maka negara (polisi) harus membubarkannya demi hukum. Jika tidak dibubarkan, maka negara membiarkan pelanggaran hukum itu. Kita protes keras,”sebut dia.

Hinca menjelasakan, selain itu alasannya ini urusan internal Partai Demokrat sehingga tidak bisa dibubarkan meski tidak ada ijin, kita pastikan alasan ini tidak benar.

“Selain alasan itu tak dapat dibenarkan oleh hukum, juga kita pastikan penyelenggaraan KLB ilegal ini justru melibatkan pihak eksternal secara sengaja dan menjadi aktor intelektualnya yakni Moeldoko sebagai Kepala KSP yang sama sekali bukan kader Partai Demokrat,”pungkas dia.

Jadi tidak benar ini urusan internal semata tapi sudah melibatkan pihak eksternal jadi memang harus dibubarkan. “Jika tidak dibubarkan, polisi dan istana telah melakukan pembiaran pelanggaran hukum dan perusakan demokrasi kita secara permanen,”ucap Hinca Pandjaitan juga Ketua Dewan Kehormatan Partai Demokrat.

Dia menyatakan, pada masa Pandemi Covid19 ini, saat kita semua mengelola masalah ini dengan sungguh-sungguh dan mengutamakan keselamatan dan kesehatan manusia.
maka penyelenggaraan KLB yang ilegal ini harus dihentikan karena telah melanggar hukum dan melanggar protokol kesehatan.

“Pak SBY, mas AHY sebagai Ketum PD dan semua kader Partai Demokrat menuntut keadilan dari negara yang harusnya melindungi Partai Demokrat yang secara sah diakui negara dan didaftar secara hukum di Kemenkumham. Ini adalah kematian demokrasi yang diinginkan negara. Ini berbahaya dan mengancam kehidupan kita berbangsa dan bernegara,”kata dia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*