KNPI Gelar Rakernas Sekaligus Lantik Kepengurusan Periode 2015-2018

Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Fadh A Rafiq.

Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Fadh A Rafiq.

Advertisements

Jakarta, PADANGTODAY.COM-Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) kubu Fadh A Rafiq untuk pertama kalinya menggelar rapat kerja nasional (rakernas) pertamanya di Jakarta, Jumat (3/7). KNPI kubu Fadh yang dihadilkan kongres luar biasa (KLB) di Jakarta baru-baru ini, merupakan tandingan bagi KNPI pimpinan Muhammad Rifai Darus hasil kongres di Papua pada akhir Februari lalu.

Ketua DPR RI Setya Novanto hadir pada pembukaan Rakernas I KNPI yang digelar di Hotel Sultan, Jakarta itu. Novanto dalam sambutannya berharap KNPI lebih baik lagi dalam memperkuat jaringan generasi muda demi Indonesia yang jauh lebih baik.

“Mudah-mudahan Ketua KNPI Fahd A Rafiq lebih bagus dan memiliki program lebih baik bagi generasi muda, ” ujar Novanto.

Pandangan serupa juga disampaikan perintis KNPI, Yapto Soerjosoemarno. Ketua Pemuda Pancasila itu mengingatkan, jabatan bukanlah sesuatu yang harus dihormati. Menurutnya, hal yang harus dihormati adalah figur dan perilakuknya.

Rakernas itu sekaligus untuk pelantikan kepengurusan KNPI periode 2015-2018 pimpinan Fadh. Sejumlah pengurus yang ikut dilantik antara lain Cupli Risman selaku sekretaris jenderal dan Gernando Nainggolan sebagai bendahara umum.

Fadh mengatakan, dengan jajaran pengurus yang ada saat ini maka KNPI pimpinannya siap menjalankan visi besar bertema ‘Pemuda Bekerja dan Berkarya untuk Indonesia’.

“Kami meyakini dengan semangat bekerja dan berkarya sebagai penguatan dan meneguhkan idealisme, patriotisme dan spirit of nation, maka satu per satu pemuda dapat mengurai dan membantu pemerintah menyelesaikan berbagai persoalan bangsa dan menjadikan pemuda sebagai kader yang menjadi penerus dan pemimpin di negeri ini di masa depan,” ujarnya.

Kader Golkar yang pernah menjadi penghuni Lapas Sukamiskin karena dinyatakan terbukti korupsi pada pembahasan dana penyesuaian infrastruktur daerah (DPID) itu menegaskan, saat ini banyak ketidakpercayaan masyarakat terhadap lembaga pemerintah, DPR, peradilan dan penegak hukum. Menurutnya, hal itu menimbulkan demoralisasi.
(gir/jpnn/mms)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*