Kodai Ditimpa Batang Damar, Angin Kencang, Dua Warga Dirawat Intensif

Kodai kayu yang hancur ditimpa Batang Damar di Kurai, Kecamatan Suliki Kabupaten Limapuluh Kota-

Kodai kayu yang hancur ditimpa Batang Damar di Kurai, Kecamatan Suliki Kabupaten Limapuluh Kota

Limapuluh Kota, PADANG-TODAY.com-Kodai Yaldi Jaya, 30, bergoncang, berderak, sesaat lalu hancur. Kodai kayu yang berisi makanan ringan dan minuman di Kurai, Kecamatan Suliki itu hancur berderai. Kejadian yang sungguh cepat, Rabu (24/8/2016) malam sekitar pukul 21.30 WIB. Angin kencang menghempas-hempas, berkali-kali sampai pagi.

”Kejadian sangat cepat. Kami tidak menyangka. Bunyinya seperti meriam besar meletus. Kami terkejut. Kami, langsung keluar rumah memberikan pertolongan,” ujar Yeni, salah seorang tetangga.

Kodai di tepi jalan di pendakian Kurai itu, di seberangnya memang tumbuh Batang Damar. Banyak yang sudah besar-besar. Salah satu pohon itu, rupanya tak tahan diterpa angin kencang luar-biasa itu. Deraan angin kencang menumbangkan batang Damar yang besar itu melintang jalan, tepat menerpa Kodai Yaldi.

Di kedai itu, sedang ada istri Yaldi, Ramayida, 27 bersama dua orang pengunjung Kodai, Debi dan Reno, keduanya 19 tahun. Bagai memilin Batang Damar yang besar itu, angin kencang merubuhkannya. Tepat di atas Kodai di tepi jalan itu.

2 sepeda motor merk Yamaha hancur di depan kedai dihempas Batang Damar. Ramayida mengalami luka memar. Debi luka di kepalanya. Keduanya, masih dirawat intensif di RSUD Ahmad Darwis Suliki.

Camat Suliki Ricky Edward Ssos bersama Sekcam Wira Dinanta, datang melihat pagi harinya bersama Anggota DPRD Suriadi bersama pejabat berwenang lainnya. Mereka menganalisa kerusakan dan penanganan selanjutnya.

”Kerugian sekitar Rp90 juta. Belum lagi kerugian yang kini dirawat di RSUD Ahmad Darwis Suliki,” pungkas Camat Ricky Edward. Sebelumnya, sigap petugas BPBD Limapuluh Kota membersihkan dan memotong Batang Damar yang menimpa Kodai itu.(Dodi Syahputra)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*