Komisi III DPRD Tukar Informasi ke Padang Panjang dan Bukittinggi

Komisi III DPRD Tukar Informasi ke Padang Panjang dan Bukittinggi

Komisi III DPRD Tukar Informasi ke Padang Panjang dan Bukittinggi

Advertisements

Limapuluh Kota, PADANG-TODAY.com-Anggota komisi III DPRD Kabupaten Limapuluh Kota berjumlah 11 orang, tukar informasi ke kota Padang Panjang dan Bukittinggi, Kamis-Jum’at (6-7/10). Rombongan diterima Asisten I (Pemerintahan dan Kesra) Padang Panjang, Sonny Budaya Putra.

Rombongan Komisi III DPRD Limapuluh Kota diterima Pemko Padang Panjang itu, dipimpin langsung Ketua DPRD Limapuluh Kota Safaruddin Dt. Bandaro Rajo. Turut dalam rombongan tersebut Ketua Komisi III Harmen, Sekretaris Wendi Chandra Dt. Marajo . Anggota DPRD lainnya di antaranya Syamsul Mikar, Irwin Idrus, Akrimal Adham, H. Darlius, Virmadona, Irwin Idrus, Suriadi dan Yakubis.

Ketua DPRD Limapuluh Kota Safaruddin Dt. Bandaro Rajo, kepada sejumlah wartawan, kemarin, mengucapkan terima kasih kepada Pemko Padangpanjang yang telah bersedia menerima kunjungan keja (Kunker) DPRD Limapuluh Kota ke Pemko Padang Panjang.

Maksud dan  tujuan Komisi III DPRD ke Pemko Padang Pajang ini adalah bagaimana mendapatkan informasi yang jelas terhadap objek wisata, bantuan hibah sosial, tata kelola pemerintahan, jaminan kesehatan masyarakat, pertanian dan sebagainya.

“Kami melihat, objek wisata Padang Panjang sangat mengiurkan dan banyak mendatangkan PAD (Pendapatan Asli Daerah, red). Jika dibandingkan dengan daerah Limapuluh Kota yang memiliki puluhan objek wisata, Padang Panjang tetap unggul. Inilah yang perlu kami tanyakan, apa kiat Padang Panjang bisa menduniakan wisatanya,” ujar Safaruddin.

Apa yang ditanyakan anggota Komisi III DPRD Limapuluh Kota, ditampung 4 orang Kadis yakni Kadis Perindag Arpan, Kadis Kesehatan Rio Akh Davelly, Kadis Pertanian Ade Nofrita Anas dan Kadis Sosial dan Tenaga Kerja Emia Emil Elmaulid Dt. Batuah nan Sati. Semuanya dapat dijawab Sonny dengan memberikan informasi yang jelas, sedangkan masing-masing SKPD hanya tinggal memolesnya saja.

Dijelakan Sonny, dampak terhadap objek wisata itu, tidak hanya sekadar memajukan objek wisata. Namun menurutnya, mendunianya objek wisata, secara otomatis perekonomian juga berkembang. Seperti transportasi darat, kuliner, perhotelan dan sebagainya.

“Kita lihat lagi, meningkatnya perekomian juru parkir. Yang mana para juru parkir sudah berada di setiap objek wisata, baik itu wisata bahari maupun wisata buatan. Di seputar objek wisata berjejer belasan juru parkir. Mereka menertibkan seluruh kendaraan bermotor dengan baik dan nyaman,” ujar Sonny.

Sementara itu, Virmadona ketika dihubungi, mengatakan kemajuan Padang Panjang, utamanya terhadap objek wisata ingin diadopsi oleh Limapuluh Kota.

“Tentunya ingin pula menduniakan objek wisata sama dengan kota Padang Panjang, Bukittinggi dan daerah lainnya. Tidak salah rasanya kami bercermin ke kota Padang Panjang dan Bukittinggi. Apa yang disampaikan Asisten I dan para SKPD Kota Padang Panjang dapat kami tiru di Limapuluh Kota,” ujar Virmadona.

Sedangkan menurut Ketua Komisi III DPRD Limapluh Kota Harmen, menyebutkan kemajuan Kota Padang Panjang, patut dijadikan perbandingan untuk mengembangkan daerah Limapuluh Kota ke depannya.

“Kota Padang Panjang tidak hanya terkenal dengan objek wisata Minang Fantasi (Mifan). Akan tetapi maju di segala sektor. Mudah-mudahan apa yang kita petik dari Pemko Padang Panjang ini dapat diterapkan di Limapuluh Kota,” ujar Harmen.

Nada yang sama juga disampaikan Sekretaris Komisi III Wendi Chandra Dt. Marajo. Dia memuji kemampuan Asisten I Sonny Budaya Putra dalam memberikan penjelasan.

“Ternyata Sonny menguasai segala ilmu. Buktinya apa yang ditanyakan anggota Komisi III terjawab ke semuanya, sehingga dapat diterapkan di Limapuluh Kota,” ujar Wendi.(rel/Dodi Syahputra)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*