KONI Padangpanjang Gelar Bimtek Hukum Dana Hibah

Padangpanjang, TODAY—Mendorong Sumber Daya Manusia (SDM) Pengurus Cabang (Pengcab) olahraga, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Padangpanjang menggelar bimbingan tekhnis (Bimtek) hukum di Cottage Aia Angek, Sabtu (6/11/2021).

Bimtek terkait tata pengelolaan dan penggunaan dana hibah itu, KONI Kota Padangpanjang menghadirkan narasumber Kepala Seksi (Kasi) Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Padangpanjang dan Inspektur Pembantu Wilayah II dari Inspektorat kota setempat.

Selaku pemateri pertama, Kasi Datun Kejari Padangpanjang, Robert Rasmi SH MH menyebut dana KONI sebagai keuangan Negara bersifat hibah yang sangat riskan menjadi objek tindak pidana korupsi (Tipikor). Dikatakannya pemahaman dalam pengelolaan keuangan dana hibah, sangat diperlukan sesuai dengan regulasi yang berlaku.

“Tujuannya sebagai peruntukan, berdampak terhadap pelaksanaan pembinaan olahraga prestasi. Karena dana negara yang digunakan, harus dipertanggungjawabkan sesuai kaidah hukum dan ketentuan yang berlaku,” tutur Robert Rasmi di hadapan peserta dari 39 cabor anggota KONI Padangpanjang.

Sedangkan Yonhendril selaku pemateri II dari Inspektorat, dalam materinya mengingatkan bahwa pertanggungjawaban murni terhadap KONI selakupenerima. Karena itu disampaikannya, KONI mesti mempersiapkan mekanisme pengucuran dana terhadap cabang olahraga selaku pengguna.

“Mekanisme pengucuran dalam berbagai kegiatan diataranya, harus memastikan kelengkapan dokumen yang terukur sebagai bukti jelas peruntukan pemberian dana tersebut. Misalnya berupa absensi, amprah, kwitansi dan lain sebagainya,” terang Yonhendril.

Ketua KONI Padangpanjang, Primer mengaku kegiatan tersebut diselenggarakan guna menambah wawasan Pengcab dan pengurus KONI Padangpanjang dalam tatakelola dana hibah. Hal ini diharapkan agar tidak terjadi kesalahpahaman pertanggungjawaban penggunaan dalam kegiatan, yang dapat berimbas pada risiko jeratan hukum.

“Kita tidak ingin di kalangan pengurus KONI maupun Pengcab, bersikap membenarkan yang biasa atau membiasakan yang tidak benar. Sejauhini KONI maupun Pengcab olahraga yang ada di Padangpanjang cukup rapi dalam penggunaan dan pertanggungjawaban,” sebut Primer.

Pada kesempatan itu Primer juga menungkapkan, KONI Padangpanjang pada tahun anggaran 2021 ini menerima hibah dari APBD Padangpanjang sebesar Rp950 juta. Jumlah tersebut mayoritas lebih kurang 60 persen diperuntukan bagi pengadaan peralatan latih sejumlah cabang olahraga (cabor).

“Sedikitnya Rp500 juta lebih kita poskan untuk belanja alat latih cabor, yang diawali dengan kegiatan monitoring ke setiap cabor.Hal ini menjadi dasar mengukur tingkat kebutuhan cabor terhadap sarana prasarana latihan,” pungkas Primer. (nti)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*