Koni Tanah Datar Sosialisasikan Pengunaaan Dana Hibah Dan Transaksi Nontunai

Fhoto : Sosialisasi Pengunaan Dana Hibah Secara Non Tonai dan Penyusunan Laporan Pertanggung Jawaban Dana Hibah oleh Koni Tanah Datar dan seluruh Cabang Olahraga se Tanah Datar, Rabu (02/05/18) di Hotel Emersia Batusangkar. (ddy)

Advertisements

TANAH DATAR, www.padang-today.com,- Penerapan sistem transaksi nontunai saat ini merupakan kebutuhan era modern yang sekaligus menjadi bagian dari perbaikan governance dan bukan sekadar ikut-ikutan. Untuk itu, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Tanah Datar, mulai menerapkan pembayaran non tonai tersebut.

Bendahara Umum Daerah Badan Keuangan Daerah (BKD) Kabupaten Tanah Datar Andri yang menjadi nara sumber dalam kegiatan Sosialisasi Pengunaan Dana Hibah Secara Non Tunai Dan Penyusunan Pertanggung Jawaban Dana Hibah di tubuh KONI Tanah Datar, Rabu (02/05/18) di Hotel Emersia Batusangkar mengatakan, sebagai payung hukum pelaksanaan implementasi transaksi nontunai oleh KONI ini merupakan tindak lanjut Permendagri No. 14 tahun 2016 tentang pengunaan dana hibah dan Surat Edaran Mendagri tentang Implementasi Transaksi Nontunai untuk dilakukan pada Pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota.

Terang Andri, Implementasi praktis transaksi nontunai dalam peningkatan akuntabilitas pengeloaan keuangan daerah ini juga merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Bupati Tanah Datar, agar setiap pembayaran dilakukan kepada pihak ketiga melalui nontunai.

“Jadi, transaksi nontunai tidak hanya sekadar tren, dan juga tidak sekadar ikut-ikutan, tapi suatu kebutuhan. Regulasinya juga sudah jelas, dan ini juga ditetapkan di Tubuh KONI Tanah Datar,” ucap Andri yang didampingi oleh Ketua KONI Tanah Datar Dony Eka Putra dan Zuraini dari Inspektorat Tanah Datar.

Menurut Andri, ada lima alasan mengapa transaksi nontunai menjadi kebutuhan di era modern sekarang ini khusus untuk KONI Tanah Datar yakni meningkatkan transparansi. Karena transaksi nontunai dapat dimonitor setiap saat dan dari mana saja menggunakan sistem teknologi informasi modern.

Alasan yang kedua, meningkatkan keamanan. Tidak terdapat risiko keamanan atas penyimpanan uang tunai serta dapat meminimalisir terjadinya moral hazard.

“Ini juga akan diterapkan pada Cabang Olahraga yang ada di Koni untuk pembayaran non tunai, termasuk pembayaran kegiatan cabor dan pembayaran kepada atlit,” sebutnya.

Selanjutnya yang ketiga, meningkatkan literasi keuangan, yaitu sesuai kebijakan pemerintah untuk mewujudkan keuangan inklusif, dan keempat, meningkatkan kecepatan, karena transaksi nontunai dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja, tidak terbatas pada ruang dan waktu.

“Alasan yang kelima, meningkatkan akuntabilitas karena setiap transaksi nontunai otomatis akan tercatat dalam sistem sehingga akan menghasilkan informasi yang lebih akuntabel,” terangnya.

Hadir dalam kegiatan tersebut, pengurus KONI Tanah Datar periode 2018-2022, Ketua cabang olahraga se Kabupaten Tanah Datar dan para undangan lainnya.(ddy)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*