Konsumen ‘Bra’ Impor datangi tim medis

Di duga barang Impor dari Cina Buste Houder ( alat peyangga payudara wanita) mengandung bhakteri

Advertisements

Padang-today.com__Alat peyangga payudara wanita ‘Bra” Buste Houder di duga barang Impor dari Cina mengandung bakteri, sehingga pengguna Bra tersebut mengalami penyakit kulit. Baru baru ini warga asal Korong Pasa Balai, Nagari Gunuang Padang Alai, Padangpariaman, menjadi korban setelah mengunakan alat tersebut. Kali ini kembali ditemukan hal yang sama didaerah Padangpariaman, Sumbar, Kamis 22-02-2018.

Sebut saja Lina (45) warga Korong Kampuang Tangah Gantiang, Nagari Kudu Gantiang, Kecamatan V Koto Timur, Padangpariaman, mendatangi rumah pratek bidan disekitar tempat tinggalnya untuk memeriksa ‘Bra’ yang dibelinya disebuah pasar tradisional.

Lina salah satu konsumen ‘Bra’ ini mendatangi rumah pratek saya. Ia  memberanikan diri untuk memeriksa kesehatan dan ‘Bra’ yang mereka beli itu,” kata Bidan Desa setempat Asridawati kepada wartawan.

Menurut pengakuan konsumen, jelasnya, setelah memakai benda itu si konsumen merasakan nyeri dan gatal dibagian sekitar payudaranya, dan bahkan mengalami sesak napas.

Katanya, dengan adanya informasi di televisi dan media cetak, bahwa ada masyarakat yang menjadi korban Bra impor. Berdasarkan informasi tersebut, Lina tetangganya memberanikan diri untuk menyerahkan alat tersebut untuk diperiksa.

Bra tersebut dibelinya dipasar Pariaman sekitar lima bulan lalu seharga Rp.60 Ribu. Kabarnya, Bra tersebut bisa mencegah kanker, namun setelah dipakainya tidak ada reaksi yang positif bahkan hanya merasa gatal-gatal dan nyeri,” terangnya.

Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap ‘Bra’ tersebut, kata dia, diduga mengandung bahan berbahaya seperti bungkusan berbentuk plastik serta isi didalamnya berupa tiga buah  berbentuk mutiara, gel. Dalam gel tersebut ditemukan berbentuk ulat hidup.

Petugas Puskesmas saat melihatkan bungkusan berbentuk plastik serta isi didalamnya berupa tiga buah mutiara berbentuk gel

Kepala Pukesmas Padang Alai, Siskawati, mengatakan agar masyarakat selalu melapor jika ada menemukan Bra seperti itu. Lebih baik dibawa langsung ke puskesmas untuk bisa memeriksakan dari bahaya.

Kasus bra berbakteri ini sudah terjadi yang kedua kalinya, besok akan lansung diserahkan kepada pihak Dinas Kesehatan Padangpariaman. Walaupun hasil labor bra berbakteri kemarin belum ada informasinya, kami perpanjangan tangan kesehatan tentu hanya melakukan tugas semestinya,” ungkapnya.(tim)

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*