Kota Cimahi Kecil Padat Penduduk, Gunakan Teknologi Informasi Simkel

Kunjungan Kerja Komisi A

DPRD Payakumbuh, 30 Mei – 4 Juni 2016

Asisten 2 Pemko Payakumbuh Amriul Dt Karayiang menerima cindera mata Pemko Cimahi bersama Komisi A DPRD Kota Payakumbuh

Asisten 2 Pemko Payakumbuh Amriul Dt Karayiang menerima cindera mata Pemko Cimahi bersama Komisi A DPRD Kota Payakumbuh

Advertisements

Cimahi, PADANG-TODAY.com-Melihat dari dekat aspek pelayanan publik yang dilakukan oleh Komisi A DPRD Kota Payakumbuh dipimpin H Fitrial Bahri ke Pemko Cimahi, Jawa Barat, Selasa (28/5/2016) menyentakkan pertanyaan-pertanyaan kritis. Bappeda setempat bersama Kabag Hukumnya Rita menjelaskan secara rinci.

Pemko Cimahi yang aku Kabag Hukum sedang sibuk-sibuknya dengan beragam program kerja, juga akan melaksanakan Pilkada 15 Februari 2017 mendatang. Sekwan Erwan pun sempat bertanya tentang status cuti atau berhenti kepala daerah, apakah sudah ada ketetapan atau belum.

Hari ini, hadir bersama kami unsur Bappeda, Disperindag, Pol PP, Capil, dan Perpustakan Daerah. Nanti kami coba tanyakan kepada bagian pemerintahan, ujar Kabag Hukum Pemko Cimahi.

Selain, Selasa, Komisi A berkunjungan kerja ke Pemko Cimahi, juga Rabu dan Kamis, ke Pemkab Bandung Barat, DPRD Kota Bandung dan Pemkab Bandung. Padatnya agenda DPRD ini kata H Fitrial Bahri guna mengimbangi percepatan pembangunan yang kini tengah digenjot Pemko Payakumbuh.

Komisi A DPRD Payakumbuh, yang beranggotakan, Ketua Komisi H Fitrial Bahri, bersama Sekretaris Komisi Hurisna Jamhur, Anggota; Alhudrie Dt Rangkayo Mulie, HI Dt Rajo Muntiko Alam, Ahmad Ridha, dan Yanuar Gazali, gigih bertanya tentang sistem pemerintahan di Cimahi.

Kota Cimahi yang daerahnya persis sama dengan Kota Payakumbuh, kota kecil dengan 3 kecamatan dan 32 kelurahan, hanya saja memiliki penduduk 600 ribu jiwa.

Disambut di ruang rapat Asisten I, pertemuan berlangsung hangat. Pemko Payakumbuh juga hadir Asisten II Amriul Dt Karayiang, Camat Payakumbuh Barat Nurdal, Camat Payakumbuh Utara Nofriwandi, Camat Payakumbuh Selatan Donie Prayuda, Sekcam Payakumbuh Timur Ezi Elfiwan, Sekwan Erwan, Kabag Risalah Prima Y, Kadisdukcapil Mediar Indra, Kepala Perpustakaan dan Arsip Zulrefri.

Fungsi pemerintahan lainnya yang tengah dipacu adalah layanan 3 in 1, pembuatan KTP-el, KK, dan Akte. Bahkan dengan beroperasinya mobil layanan Capil, juga mengejar pemilik KTP-el mula ke sekolah-sekolah.

Namun, kesulitan tetap saja, di Cimahi pun sama dengan daerah lain. Soal hardware dan software-nya sudah memadai. Sumber daya manusianya yang masih kurang.

Kota Cimahi memang kecil secara geografis, tetapi besar secara jumlah penduduk. Anggota DPRDnya saja 45 orang. APBDnya Rp1,2 triliun.
Sistem penyusunan anggaran terus disesuaikan. Kebutuhan anggaran kota, KUA PPAS yang berdasarkan Permendagri baru, kini digabung. Pokir, pokok-pokok pikiran anggota dewan pun disesuaikan dengan arah dan item pembangunan.

Sementara itu, sistem yang ada di kelurahan, sebab lokasi tidak terlalu jauh, difokuskan di kelurahan, namun juga ditumpukan penyelesaian awalnya di RW.

Wilayah Cimahi kecil, sementara penduduknya padat, 600 ribu jiwa. Kini, memanfaatkan sistem teknologi informasi Simkel, yaitu sistem informasi manajemen kelurahan. Untuk itu, anggaran 1-2 miliar dikucurkan untuk tiap kelurahan. RW dibantu sampai Rp50 juta. Rentang kelurahan pegawai 12-22 orang.

Ketua Komisi A DPRD Payakumbuh H Fitrial Bahri tampak puas dengan penjelasan Pemko Cimahi. Kunjungan Kerja ini, telah memberikan pengayaan dan pembelajaran penting bagi tindakan kerja di Kota Payakumbuh, nantinya.(dsp)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*