Koto Tangah, Daerah Terparah Dampak Banjir

DSC_0171

Advertisements

PADANG,PADANGTODAY.COM – Dari sebelas kecamatan yang ada di Kota Padang, tiga kecamatan diantaranya merupakan daerah terparah terkena banjir, Selasa (22/3) kemarin. Tiga kecamatan itu yakni Koto Tangah, Nanggalo dan Kuranji.
Hal ini terungkap pada saat rapat evaluasi pascabanjir antara Walikota dan Wakil Walikota Padang bersama Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkup Pemerintah Kota Padang, Selasa (23/3) malam di kediaman Walikota Padang.
“Dari laporan seluruh camat dan kepala SKPD yang hadir, tiga kecamatan dengan beberapa kelurahan terdampak banjir kemarin,” ujar Walikota Padang, H. Mahyeldi Dt Marajo usai rapat tersebut.
Malam itu, seluruh camat se-Kota Padang melaporkan kondisi terkini di daerahnya kepada Walikota dan Wakil Walikota Padang. Camat Koto Tangah, Adlin mengakui bahwa daerahnya termasuk cukup berat terdampak banjir kali ini. Sebanyak 80 persen wilayah di Koto Tangah direndam banjir. “Dari 13 kelurahan yang ada, hanya kelurahan Pulai yang tidak berdampak,” katanya .
Diakui Adlin, terdapat banyak kendala pascabanjir kemarin. Seperti lurah yang seharusnya berada pada saat bencana justru menjadi korban banjir. Hal ini membuat situasi di lapangan menjadi terkendala. “Hanya enam kelurahan yang kita dapatkan laporan sementara,” sebutnya.
Dari enam kelurahan di Koto Tangah, sebanyak 14.128 KK terendam banjir. Kondisi paling parah diantaranya yakni Lubuk Buaya, Padang Sarai, Batipuh Panjang dan lainnya.
Sementara di Batang Kabung Ganting terdapat enam rumah yang roboh akibat derasnya banjir yang datang. “Saat ini kita buka dapur umum di Kantor Camat. Paling kita apresiasi yakni keberadaan dapur umum di Batipuh Panjang. Dapur umum ada di setiap RW,” ungkapnya.
Camat Kuranji, Rachmadenny Dewi Putri menyebut sebanyak 300 jiwa terkena dampak banjir di daerahnya. Ratusan warga itu terdapat di tiga kelurahan yang ada. Seperti kelurahan Kuranji, Gunung Sarik, serta Sungai Sapih. “Dari laporan terakhir, tidak ada warga yang tidak makan,” katanya.
Rachmadenny menjabarkan, cukup banyak kerusakan dan kerugian akibat banjir tersebut. Seperti di Kelurahan Kuranji, badan jalan di Guo amblas. “Ditaksir kerugiannya sekitar Rp 200 juta,” sebutnya.
Selain itu, banjir juga merusakkan saluran PDAM dari Guo ke rumah-rumah warga. Pipa PDAM tertimpa badan jalan yang amblas sehingga air tak mengalir ke seluruh rumah warga di Kuranji. “Abrasi juga terjadi di tebing Sungai Guo, termasuk padi gagal panen seluas 1,5 hektar di Kuranji,” ungkap camat ini.
Di kelurahan Gunung Sarik juga terjadi longsor yang menimpa rumah warga. Ini terjadi persisnya di Lolo. Akibat longsor, dinding rumah rusak parah. Bantuan langsung mengalir bagi keluarga yang tertimpa longsor. “Bantuan diserahkan langsung Wawako kepada keluarga korban. Seluruh keluarga sudah kita ungsikan ke tempat aman,” sebut camat.
Pohon pelindung di Lapau Manggis juga ikut tumbang akibat banjir kemarin. Puluhan rumah warga di Aia Paku, Sungai Sapih juga terendam banjir. Posko juga sudah disiagakan di tiga kelurahan tersebut. “Sedangkan posko utama dipusatkan di Kantor Camat,” terangnya.
Di Kecamatan Nanggalo, dari enam kelurahan, hanya lima kelurahan yang terdampak banjir. Tiga diantaranya cukup parah terkena banjir. “Ketiganya yakni Kurao Pagang, Kampuang Lapai, dan Tabiang Banda Gadang,” kata Camat Teddy Antonius.
Teddy melaporkan, sebanyak 1.360 rumah terendam banjir dengan jumlah jiwa sebanyak 5.684 jiwa. Bantuan juga mengalir saat terjadinya banjir. Warga lantas dibekali logistik. “Sebanyak 1.615 nasi bungkus kita siapkan untuk warga,” katanya.
Diakui Teddy, saat ini di Kelurahan Kurao Pagang juga terdapat warga Dadok Tunggul Hitam yang eksodus akibat banjir. Mereka berada di Kantor Lurah Kurao Pagang.
Sementara, di Kecamatan Padang Utara, Camat Editiawarman melaporkan bahwa dari tujuh kelurahan di kecamatan tersebut terdapat 39 titik pantau. Dari situ, total 690 rumah terendam banjir, utamanya di kelurahan Lolong Belanti. Kedalaman air mencapai 50 sentimeter. “Untuk evakuasi, kita hanya melakukan satu evakuasi yakni di RT 3, Patenggangan, dimana saat ini ibu-ibu dievakuasi di salah satu mushalla di daerah tersebut,” ujarnya.
Dijelaskan Editiawarman, diperkirakan sekitar 4.000 jiwa menjadi korban banjir. Dikatakannya, pada saat banjir itu satu unit alat berat hanyut di belakang Air Tawar Timur. Alat berat yang berada di pinggir sungai akhirnya jatuh ke dalam sungai. Saat jatuh, alat berat sempat menimpa rel kereta api. “Beruntung pada saat itu juga pihak PJKA datang untuk memperbaiki,” ungkapnya.
Camat Bungus Teluk Kabung, Imral Fauzi mengatakan sesuai laporan, secara umum Bungus Teluk Kabung tidak separah di kecamatan lain. Warga tidak ada yang terdampak banjir. Karena air begitu cepat naik, cepat pula turun.
Namun begitu, dalam laporannya malam itu kepada Walikota dan Wawako, infrastruktur juga terkena banjir. Yakni di kelurahan Bungus Selatan. Jembatan pohon kelapa yang dikerjakan melalui kerja bakti TNI dihantam banjir, termasuk alat berat yang berada di atasnya. “Seluruhnya jatuh ke dalam sugai, dan crane sudah bekerja untuk mengangkatnya,” ujar Imral.
Di Kecamatan Pauh tidak terjadi banjir. Camat Pauh, Wardas Tanjung menyebut debit sungai Limau Manis dan Batang Kuranji terlihat begitu besar dari biasanya. Longsor sempat terjadi di tiga titik. Dua titik di Sungaki, Lambung Bukit, serta di Koto Tuo, Kapalo Koto. “Akan tetapi tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini,” katanya.
Di Padang Timur, Camat Ances Kurniawan mengatakan bahwa banjir tidak terjadi di daerahnya. Genangan air hanya terjadi di beberapa titik di 10 kelurahan. “Namun ada berita duka, seorang balita hanyut masuk got. Tetapi bukan karena banjir. Hingga kini jasadnya belum ditemukan,” sebutnya.
Sementara itu, di kecamatan lain seperti Lubuk Kilangan, Padang Selatan, Padang Barat, dan Lubuk Bagaluang nihil korban dan kerugian akibat banjir. “Hanya saja, dampak akibat banjir ini yakni terjadinya penumpukan sampah di pantai, mulai dari Muaro Lasak hingga ke depan LP Muaro,” kata Camat Padang Barat, Arfian.(can/ch/m)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*