KPU Payakumbuh Launching Deklarasi Pilkada, Dagangan Pasar Sepi

Pilkada Badunsanak-tiga pasang Cawako-Cawawako Payakumbuh

Pilkada Badunsanak-tiga pasang Cawako-Cawawako Payakumbuh

Advertisements

Payakumbuh, PADANG-TODAY.com–Kebijakan Pemko yang memberikan izin kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Payakumbuh untuk menggelar launching deklasari kampanye Pilkada di jalan Ahmad Yani atau di bawah atap kanopi, benar-benar membuat pedagang pasar Payakumbuh kian sepi pembeli.

Launching Kampanye sendiri berjalan sukses. Kursi yang disediakan tidak mampu menampung yang datang. Hingga harus berjubelan. Asisten 1 Provinsi Sumbar, Ketua KPU Sumbar Amnasmen, serta Plt Wako Payakumbuh meminta agar Pilkada Badunsanak betul-betul dilaksanakan.

Ketua KPU Kota Payakumbuh Hetta Manbayu mengatakan agar seluruh Calon dan pendukungnya serta masyarakat Payakumbuh terus memelihara konsep “badunsanak” ini. Payakumbuh selama ini terkenal dengan pesta demokrasi yang damai.

Ketiga pasang calon Walikota dan Wakil Walikota, membacakan Deklarasi Pilkada Badunsanak. Komitmen bersama ini menjadi ciri khas bagi hasil Pilkada damai. Nantinya.

Dagang Sepi

Sebab launching deklarasi kampanye Pilkada digelar di lokasi tersebut, puluhan pedagang pasar Payakumbuh termasuk pedagang kuliner malam atau kaki lima (K5) yang tiap sore berjualan di lokasi tersebut, harus merugi milliar rupiah karena tidak ada pemasukan, gara-gara jalan yang berada diantara pusat pertokoan Blok Barat dan Timur itu, ditutup sejak, Kamis sore (27/10) sampai Jum’at sore (28/10), ” ujar seorang pedagang, Jhon Bahar, membeberkan kedongkolannya.

”Pemda seperti tidak punya hati. Bayangkan, sejak Kamis sore sampai Jumat sore, jalan Ahmad Yani yang berada di antara pusat pertokoan Blok Barat dan Timur itu, benar-benar ditutup dan tidak ada akses masuk bagi kendaraan jenis apapun. Akibatnya, tidak ada lagi konsumen yang pergi berbelanja,” ulas Jhon Bahar.

Keluhan yang sama juga dirasakan pedagang kuliner atau pedagang kaki lima yang berjualan di Jalan Ahmad Yani atau dibawah atap kanopi tersebut.

“Sepanjang Jum’at sore kami tidak bisa lagi berdagang, karena tempat kami berjualan dipakai untuk kegiatan acara launching kampanye Pilkada. Karena kami tidak bisa lagi berjualan, akibatnya kami merugi ratusan ribu rupiah dan bahkan jutaan rupiah,” ujar seorang pedagang putu bambu, Minda.

Sementara pedagang lainnya, Sura, juga menyampaikan keluhan yang sama. Menurutnya, gara-gara acara launching kampanye Pilkada digelar di lokasi tersebut, para pedagang tidak bisa melakukan aktifitas bongkar muat barang dagangannya.

”Kami para pedagang benar-benar kesal dengan ulah Pemko yang seenaknya saja memberikan izin untuk menggelar acara di lokasi ini. Padahal, masih banyak lokasi lain yang lebih luas dan pantas dapat dijadikan sebagai tempat acara penggumpulan masa. Seperti lapangan Kubu Gadang atau Poliko, kan bisa dimanfaatkan untuk acara launching kampanye Pilkada ini. Kenapa harus diadakan di tengah pasar, pasti ada tujuan politik dibalik kebijakan ini,” ujar Sura kesal.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Payakumbuh, Adrian, ketika dikonfirmasi mengaku tidak pernah member izin kepada pihak KPU untuk menggelar acara acara launching kampanye Pilkada di jalan Ahmad Yani tersebut.

”Saya tidak tahu siapa yang memberi izin. Seharusnya, jika ada kegiatan atau acara digelar di jalan raya karena jalan raya tersebut merupakan fasilitas umum, mendapat izin dari Dinas Perhubungan untuk seterusnya dikoordinasikan dengan Satlantas Polres Payakumbuh untuk dilakukan rekayasa jalan,” ujar Adrian.

Ditekankan Adrian, terkait siapa yang meminta izin dan siapa yang telah memberi izin soal pemakaian jalan Ahmad Yani untuk menggelar acara launching deklarasi kampanye Pilkada itu, dia mengaku tidak tahu sama sekali.

”Mungkin karena acara itu kegiatan pemda, ndak?” ujarnya seperti ingin pula bertanya. Heran!

Disponsori Oppo?

Ada yang menarik digelarnya acara launching deklasari kampanye Pilkada di jalan Ahmad Yani pusat pertokoan Payakumbuh itu. Di lokasi dipasang  balon welcome gate merk salah satu perusahaan alat komunisi terkemuka di dunia merk Oppo. Berapa perusahaan asal china tersebut memberikan imbalan sponsor kepada tungganai alek. Ditanyakan ke Panwaslih, disuruhtanyakan ke KPU. KPU sedang sibuk hingga belum mendapatkan informasi tentang itu.(rel/Dodi Syahputra)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*