KPU Sosialisasi Pilkada, Generasi Muda dan Pemilih Disabilitas Dibesut

KPU Sosialisasi Pilkada, Generasi Muda Dan Pemilih Disabilitas Dibesut

KPU Sosialisasi Pilkada, Generasi Muda Dan Pemilih Disabilitas Dibesut

Advertisements

Limapuluh Kota, PADANG-TODAY.com– Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Limapuluh Kota sosialisasikan Pilkada kepada generasi muda dan pemilih berkebutuhan khusus (disabilitas) lewat seminar. Ratusan peserta ini dibesut agar menjadi pemilih yang bertanggung jawab dan menggunakan hak pilih sesuai dengan pilihannya.

Ketua KPU Limapuluh Kota Ismet Aljannata mengimbau seluruh masyarakat untuk mensukseskan Pilkada 2015 dengan menggunakan hak pilih yang mempunyai hak untuk memilih.

“Masyarakat hendaknya jeli memilih calon pemimpin, para pemilih kami imbau untuk mengetahui visi dan misi masing-masing pasangan calon, kata Ismet saat membuka seminar yang dilaksanakan di Aula Kantor Bupati Limapuluh Kota di Sarilamak, Senin (30/11).

Menurut Sarjana Filosofi Islam ini, sukses Pilkada tidak terlepas dari dukungan semua pihak. Untuk itu, masyarakat diimbau untuk mendatangi Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada 9 Desember 2015 dan menggunakan hak pilihnya.

Mantan aktifis ini mengatakan, sangatlah rugi bagi yang tidak menggunakan hak pilih, sebab saat ini masyarakat lah yang menentukan siapa pemimpin yang tepat untuk lima tahun mendatang.

KPU sendiri mendatangkan beberapa narasumber untuk kegiatan Seminar ini. Diantaranya, Komisioner KPU Sumbar Nova Indra, dan Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Sumbar Jhoni Aulia.

Seminar juga melibatkan guru, siswa tingkat SMA, pemuda, mahasiswa, dan penyandang disabilitas.

Komisioner KPU Sumbar Nova Indra menekankan KPU kabupaten dan kota sebagai penyelengara pemilu berlaku netral dan bebas dari berbagai bentuk intervensi.

Kemudian ia juga mengimbau masyarakat menggunakan hal pilih sebab memilih adalah hak semua masyarakat, dan golput (tidak memilih) bukan solusi dan tidak boleh.

Selain itu, ia juga meminta para pemilih pemula agar tidak terlibat politik uang, sebab mereka sangat rentan suaranya untuk dibayar.

Sementara itu, Ketua PPDI Sumbar Jhoni Aulia meminta KPU untuk memberikan pelayanan prima kepada pemilih disabilitas sebab mereka juga mempunyai hak yang sama seperti masyarakat lainnya. Untuk itu, Panitia Pemungutan Suara (PPS) membuat TPS yang ramah terhadap mereka yang berkebutuhan khusus itu.

Ia mengatakan PPDI Sumbar telah menyurati berbagai organisasi sosial terkait dengan penggunaan hak pilih pemilih disabilitas dalam pilkada.

“Kami telah mengimbau masyarakat penyandang disabilitas melalui Persatuan Tuna Netra (Pertuni) Sumbar, Gerakan Untuk Kesejahteraan Tuna Rungu Indonesia (Gerkatin) Sumbar, Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI) Sumbar, Organisasi Olahraga Disabilitas Sumbar, dan Sekolah Luar Biasa (SLB) Sumbar, sekaitan hak pilih Pilkada ini,” kata Jhoni Aulia.

PPDI Sumbar, kata dia, urut aktif bekerja sama dengan Kelompok Kerja Kepala Sekolah (KKKS) SLB Se-Sumbar untuk meminta para guru menyosialisasikan pilkada pada siswa yang telah berusia di atas 17 tahun.

“Mereka memiliki hak politik yang sama, tidak hanya dalam politik praktis namun juga turut aktif dalam memberikan hak suara saat pemilu,” sambung Jhoni.

Seminar tersebut dihangatkan dengan penampilan Grup Musikalisasi Puisi Komunitas Seni Intro yang langsung menghadirkan penyair nasional asal Payakumbuh Iyut Fitra. Intro membuat peserta terpukau dengan penampilannya yang selalu memghinoptis peserta seminar.

Sementara itu, Divisi Sosialisi KPU Limapuluh Kota Ilham Yusardi mengatakan, hal yang menggerakkan pihaknya melakukan kegiatan tersebut adalah karena jumlah pemilih pemula cukup tinggi.(rel/dod)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*