KPU Tunggu Surat Pemberhentian Walinagari Jadi Caleg

Advertisements

Padang-today.com– Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sijunjung mengumumkan 371 bakal calon legislatef Pemilu 2019 masuk dalam daftar calon sementara (DCS).

   “Dari 371 bacaleg tersebut, terdapat 9 orang yang melampirkan surat pengajuan pengunduran diri dari jabatan,”kata Ketua KPU Kabupaten Sijunjung, Lindo Karsyah   sosialisasi penyelenggaraan Pemilu di Sijunjung.

  Jabatan dipegang 9 bacaleg terdaftar diantaranya walinagari/kepala desa, perangkat desa dan anggota badan perwakilan nagari serta jabatan yang lainnya bersumber dari keuangan negara.

   Surat pengajuan pengunduran diri dari jabatan tersebut seumpama keluar dari sebuah pintu dan pintu itu akan tertutup kalau badan tidak di dalam lagi. “Artinya,
kalau sudah diajukan, maka tidak dapat ditarik lagi untuk menduduki jabatan yang dimaksud. Itulah amanat dari pasal 240 ayat 2 huruf h Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu,” tegas Lindo Karsyah

   Ia menyatakan, KPU masih menunggu dari 9 bacaleg surat pemberhentian sebagai kepala desa/walinagari di Sijunjung.

“Saat ini KPU baru menerima surat mengundurkan diri, namun SK pemberhentian sebagai kepala desa atau walinagari belum diterima KPU,”katanya.

Surat keputusan pemberhentian dari jabatan tertentu itu, mesti diterima KPU Sijunjung selambat-lambatnya sehari sebelum penetapan Daftar Calon Tetap Anggota DPRD Kabupaten Sijunjung, yaitu 19 September 2019.

Penetapan daftar calon tetap tersebut dilakukan pada 20 September 2018. Artinya, satu hari sebelum ditetapkan daftar tersebut pihak KPU sudah harus menerima surat pemberhentian mereka dari jabatannya.

    “Kalau nggak diberi surat mundur itu, maka kami tidak akan menetapkan yang bersangkutan dalam Daftar Calon Tetap (DCT),” tegas Lindo Karsyah.

   Lindo juga menambahkan, ada tanggung jawab bersama semua pihak terhadap penduduk yang belum melakukan perekaman KTP elektronik.
Jumlah 4.929 orang dari data Daftar Pemilih Sementara Hasil Perbaikan 152.502 pemilih.

   “Pemilih ini tidak akan didaftarkan dalam data pemilih, tetapi mereka tidak akan kehilangan hak suara sepanjang menjelang hari pemunggutan suara, mereka mengurus KTP elekronik. Pemilih berkarakter ini akan dimasukan dalam Daftar Pemilih Khusus (DPK), yaitu pemilih yang mengunakan KTP e dan dapat mengunakan hak suara satu jam terakhir sebelum pemunggutan suara ditutup,”kata Lindo.(*rel/dg)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*