Ladang Ganja di Aur Malintang, Polisi Kantongi Identitas Pelaku

Padang-today.com – Satuan Reserse Narkoba Polres Pariaman, Sumbar, menemukan ladang ganja di Kawasan Lancang, Aur Malintang Kabupaten Padang Pariaman, Senin pertengahan Juni lalu sekira pukul 11.30 WIB, dari ladang tersebut, polisi berhasil menyita 40 batang ganja. Sementara, hingga berita ini diturunkan, polisi masih memburu pemilik batang dan ladang ganja tersebut.

Kapolres Pariaman, AKBP Deny Rendra Laksmana didampingi Kasat Narkoba AKP, Heritsyah saat menggelar jumpa pers di Mapolres setempat, Selasa (23/6) siang mengatakan, pengungkapan ladang ganja itu bermula dari informasi masyarakat yang diterima anggota Intel.

Berdasarkan informasi dari Tim Intel, personel Satresnarkoba langsung melakukan penyelidikan dan menemukan sebanyak 40 batang ganja yang sedang tumbuh subur di gunung tersebut, yang mana merupakan sebagian kecil dari seluruh barang bukti yang disita polisi.

“Lokasi ini jauh dari jalan warga, sekitar 500 meter. Medang ke lokasi ladang ganja itu cukup sulit, di lereng bukit. Sementara, informasinya ada sebanyak 400 bibit ganja yang akan ditanam oleh pelaku. Hanya saja yang berhasil kami amankan baru 40 (batang),” kata dia.

Kendati berhasil melarikan diri, polisi menyebutkan pihaknya sudah mengantongi identitas pemilik ladang ganja tersebut, dan memasukan pelaku ke dalam daftar pencarian (DPO) polisi.

Selain itu, pihaknya meyakini, masih ada lagi ladang ganja yang sudah tertanam, namun masih dalam penyelidikan pihaknya.

“Iya kita sudah kantongi identitas pemilik ladang itu, diduga pemiliknya lebih dari satu orang. Pelaku sudah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Kita yakin masih ada lagi ladang ganja yang sudah tertanam, namun masih dalam penyelidikan anggota,” ujarnya.

Sementara, puluhan batang ganja itu disita sebagai barang bukti dan dibawa ke Mapolres Pariaman untuk dilakukan proses lebih lanjut.

Ladang ganja itu, baru pertama kali ditemukan di wilayah hukum Polres Pariaman sepanjang tahun 2020 ini.

Saat ini, pihaknya masih melakukan pengembangan terhadap pelaku atau pemilik tanaman ganja tersebut. Polisi pun telah meminta keterangan dari berbagai pihak keluarga pelaku dan saksi lainya.

“Saat pandemi ini, banyak yang terdampak sehingga tidak memilki pekerjaan. Namun mereka memilih jalan haram dengan terlibat penyalahgunaan narkotika untuk meraih keuntungan,” pungkasnya. (SugeR)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Lewat ke baris perkakas