Lakukan Sidak, Komisi B DPRD Payakumbuh Tampung Keluhan Pedagang

Anggota Komisi B DPRD Payakumbuh turun sidak sidak ke tempat relokasi PKL di kawasan Terminal Sago, Senin (13/6).

Anggota Komisi B DPRD Payakumbuh turun sidak sidak ke tempat relokasi PKL di kawasan Terminal Sago, Senin (13/6).

Advertisements

Payakumbuh, PADANG-TODAY.com-Anggota Komisi B DPRD Payakumbuh agaknya serius dalam menanggapi keluhan para Pedagang Kali Lima (PKL) yang mengalami penurunan omset. Dikeluhkan oleh para pedagang, omset dari penjualan menurun secara drastis setelah direlokasi ke kawasan Terminal Sago.

Keseriusan Komisi B DPRD Payakumbuh ini diperlihatkan dalam sebuah inspeksi mendadak (sidak) yang diselenggarakan pada Senin (13/6). Anggota Komisi B DPRD Payakumbuh yang dipimpin langsung Ketua Komisi B, Chandra Setipon, turun melakukan sidak ke tempat relokasi PKL di kawasan Terminal Sago, melihat secara langsung penderitaan PKL yang mengaku hampir 1 minggu tidak ada jual-beli.

“Kita sengaja turun ke lokasi untuk melihat secara langsung kondisi dan aktivitas pasar di tempat relokasi PKL di kawasan Terminal Sago ini. Apakah benar, kondisi KPL di tempat ini sepi dan tidak adal jual-beli,” sebut Ketua Komisi B DPRD Payakumbuh, Chandra Setipon di sela-sela kegiatan sidak bersama anggota Komisi B, Edwar DF, Wulan Denura dan Hendri Wanto Dt. Mangkuto.

Chandra Setipon mengakui keluhan yang masuk ke DPRD dari pedagang, seputar relokasi yang ditempatkan ke kawasan Terminal Sago, mengakibatkan aktifitas jual-beli sepi. Kondisi ini sangat bertolak belakang dengan sebelumnya, saat masih berjualan di gang Blok Barat, tepatnya di depan Toko Mas Rambuti.

“Keluhan para PKL yang tidak ada jual-beli di tempat relokasinya ini akan kita carikan solusinya bersama SKPD terkait,” kata politisi PAN itu berkomentar.

Chandra Setipon menegaskan, pihaknya akan melakukan rapat dan koordinasi dengan Dinas Pasar dan Dinas Koperasi Perdangangan dan UMKM, sehingga kondisi seperti tidak terus berlanjut. Jika dibiarkan, menurutnya, akan berdampat terhadap perekonomian pedagang.

Ditambahkan Chandra Setipon, salah satu penyebab sepinya pengunjung ke pasar yang berada di bekas Terminal Sago tersebut adalah karena tidak adanya tempat parkir bagi pengunjung, sehingga mereka kesulitan memarkirkan kendaraan saat berbelanja. Selain itu, juga ada penambahan lapak-lapak tempat berjualan bagi pedagang yang di luar perencanaan.

“Akibatnya, banyak para pedangang yang beraktivitas di lokasi tersebut tidak mengalami jual-beli,” ungkap Chandra.

Salah seorang pedangang, Rahmi, mengakui bahwa sejak ia direlokasi di Terminal Sago, aktifitas jual-beli begitu sepi. Bahkan dalam minggu ini tidak ada jual-beli sama sekali.

“Selama bulan Ramadhan ini belum ada aktivitas jual-beli akibat sepinya pengunjung,” kata ibu empat orang anak itu mengeluh.

Untuk itu, ia berharap kepada DPRD untuk mencarikan solusi agar aktivias pedangang kembali pulih seperti biasa.(rel/Dodi Syah Putra)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*