Langgar Prokes, 783 Tempat Usaha Ditutup

Padang-today.com – Operasi Yustisi dilakukan Satgas Covid-19 pada Selasa (25/5), kembali memberikan teguran secara lisan maupun tertulis kepada ribuan masyarakat di wilayah Sumatera Barat.

Advertisements

Data yang diperoleh dari Polda Sumbar, sebanyak 39.413 orang diberikan teguran secara lisan, 1.346 orang secara tertulis.

Selain itu juga terdapat denda yang diperoleh dari pelanggar protokol kesehatan (prokes) sebanyak Rp. 600.000,-.

“Juga dilakukan penutupan tempat usaha sebanyak 783 yang berada di Kabupaten Padang Pariaman dan Bukittinggi. Penutupan ini dilakukan sementara, dimana pemiliknya didata dan diberi peringatan,” kata Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Satake Bayu, S.Ik, dalam siaran pers diterima media.

Operasi Yustisi yang dilakukan ini, lanjut Satake untuk penegakkan disiplin masyarakat dalam mengikuti protokol kesehatan.

“Karena adanya peningkatan kasus positif Covid-19 di Sumbar, maka Operasi ini terus gencar dilakukan,”ungkap dia.

Satake menyatakan, cegah Penyebaran Covid-19, Pos Penyekatan di Perbatasan Kembali Diperpanjang Masa Berlakunya

“Pos penyekatan ini yang ada di Sumbar masa berlakunya diperpanjang lagi. Mulai 25 hingga 31 Mei 2021,” kata Satake.

Untuk pengendara yang melewati pos tersebut kata Kombes Pol Satake, harus menunjukkan surat keterangan hasil rapid tes antigen dan mematuhi protokol kesehatan.

Menurut dia,ditambahkan waktu pada Pos Penyekatan ini sesuai dengan Surat Telegram (STR) Kapolri Nomor:STR/408/V/PAM.3.2./2021 tanggal 23 Mei 2021 yang ditandatangani oleh Asops Kapolri.

“Juga Surat Edaran dari Satuan Tugas Penanganan Covid-19,” ujarnya.

Selain melaksanakan Operasi Yustisi, pihaknya saat ini juga tengah melaksanakan Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) sebagai upaya pencegahan dan pengendalian virus corona (Covid-19).

“Mari kita cegah dan tekan bersama penyebaran Covid-19 ini, dengan selalu mematuhi protokol kesehatan,” imbaunya.(*rel/dpg)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*