Lelang Pembangunan Gedung Poliklinik RSUD. M. Hanafiah Dianggap Janggal Oleh Peserta

Fhoto : Surat Sangahan pada proyek pembangunan gedung poliklinik RSUD. M. Hanafiah Batusangkar. (ddy)

Advertisements

Tanah Datar, www.padang-today.com,- Peserta lelang pembangunan polyklinik Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) M. Hanafiah Batusangkar dianggap janggal, dan meminta Pokja ULP 62 agar membatalkan pemenang tender bernilai puluhan milyar itu.

Hal ini disampaikan oleh perusahaan PT. Karya Bangun Mandiri Persada (PT. KBMP) dalam surat sanggahannya nomor 199/SS-KBMP/BKS/VI/2018 yang ditanda tangani oleh direktur perusahaan PT. KBMP Suherman.

“Jika Pokja ULP Pokja ULP 62 mengabaikan surat sanggahan kami dan tidak melakukan evaluasi ulang tender pada proyek di RSUD Batusangkar ini, maka kami akan melakukan upaya hukum di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN),” ungkap Suherman, kepada awak media, Selasa (05/06/18).

Katanya, keputusan Pokja 62 dianggap janggal karena pokja tidak melakukan klarifikasi kepada pihaknya selaku peserta lelang yang sesuai pada dokumen pengadaan Bab III Intruksi Kepada Peserta (IKP) huruf e.

“Disana sudah jelas diatur dalam dokumen angka 26, apabila dalam evaluasi teknis terdapat hal hal yang kurang jelas atau meragukan, pokja ULP harus melakukan klarifikasi kepada peserta tanpa mengubah substansi penawaran, namun kenyataannya pokja ULP tidak melakukan hal itu,” katanya.

Menurut Direktur PT. KBMP tersebut, kejangalan kejangalan lain yang non teknispun dimiliki pihaknya, apalagi kata Suherman pokja 62 ULP juga mengabaikan surat pernyataan tenaga ahli yang sudah dilampirkan. Dan sebagai perusahaan yang memilili penawaran terendah pihaknya sangat dirugikan.

“Perusahaan kami sebagai penawar terendah tidak diverifikasi oleh kelompok kerja panitia lelang. Jadi sanggahan ini memiliki landasan yuridis dan berdasarkan alat bukti dan fakta fakta empiris tergadap adanya pelangaran dan penyimpangan yang dilakukan oleh Pokja 62 ULP dan lelang ini telah gagal,” pungkas Suherman.

Pembangunan gedung poliklinik RSUD. M. Hanafiah Bagusangkar, sejak awal pembukaan dokumen di LPSE Tanah Datar yang bernilai milyaran rupiah itu sudah menjadi gonjang ganjing keterlibatan pihak pihak tertentu, namun hal itu masih ditelusuri oleh media ini.

Proyek senilai Rp 29 milyar tersebut, saat ini sudah diputuskan oleh pokja 62 dimenangi oleh perusahaan asak Kalimantan, yakni PT. Tanjung Nusa Persada. (Ddy)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*