Lewat Diskusi, TSR Payakumbuh Ditanyai Mengenai Drainase Oleh Jemaah Masjid Ikhlas

Sebelum pelaksanaan tarweh, Ketua TSR Adrian menyerahkan bantuan pemko berupa dua gulung tikar shalat untuk Masjid Ikhlas yang diterima pengurusnya, diwakili M. Zainir.

Sebelum pelaksanaan tarweh, Ketua TSR Adrian menyerahkan bantuan pemko berupa dua gulung tikar shalat untuk Masjid Ikhlas yang diterima pengurusnya, diwakili M. Zainir.

Advertisements

Sebelum pelaksanaan tarweh, Ketua TSR Adrian menyerahkan bantuan pemko berupa dua gulung tikar shalat untuk Masjid Ikhlas yang diterima pengurusnya, diwakili M. Zainir.

Payakumbuh, PADANG-TODAY.com-Belum meratanya pembangunan jalan dan drainase di kelurahan Payolansek, dikeluhkan oleh warga saat Tim Safari Ramadhan (TSR)  Payakumbuh Kelompok IX datang berkunjung ke Masjid Ikhlas Rabu (15/6). Keluhan itu diterima Kadis  Perhubungan Kominfo, Adrian yang datang bersama Kadis Sosial Naker diwakili Yuswaldi, Dirut RSUD Adnaan WD, diwakili dr. Yosepha Erlita, Kabag Dalminbang Maizon Satria.

Dalam diskusi tersebut, warga meminta pemerataan pembangunan jalan dan pembangunan drainase di beberapa lokasi di kelurahan Payolansek. Seperti di RW 03.

“Kalau hujan deras datang,  rumah kami sering tergenang  air yang masuk ke dalam rumah. Disebabkan, saluran drainase yang menuju saluran irigasi, belum memadai, tak mampu menampung debit air yang cukuo besar,” ucap Dodi, salah seorang jamaah Masjid Ikhlas itu.

Jalan lingkungan yang juga terdapat di RW tersebut, juga masih berupa jalan tanah dan aspal kasar.

“Padahal di sini dulu dijanjikan sebagai jalan lingkungan yang tembus ke dekat SD 26 Payolansek.  Tapi sampai sekarang belum ada tindak lanjut dari Pemko.  Kami minta perhatian Pemko dalam menangani masalah ini” tambahnya.

Menanggapi hal itu, Kadis Perhubungan dan Kominfo Adrian akan mencatat dan meneruskan aspirasi yang disampaikan jemaah ini. Selain itu, Adrian menyampaikan, aspirasi ini agar disampaikan dalam Musyawarah Perencanaan dan Pengembangan.

“Masalah ini akan kami teruskan kepada pimpinan dan instansi terkait. Mudah-mudahan bisa diselesaikan dengan cepat,” ujar Adrian.

Selain itu, jamaah lain juga mengeluhkan jam besuk RS Adnaan WD yang dibatasi. Ditanyakan Erniza, penyebab jam besuk di RSUD dibatasi hanya beberapa jam saja kepada rombongan TSR Payakumbuh.

“Kami tidak lagi bisa membesuk keluarga yang dirawat di RSUD pada malam hari. Padahal, siang hari kami bekerja. Apa pertimbangannya sehingga jam besuk ini tidak seperti dulu yang bebas,” ucap Erniza dengan nada bertanya.

Menanggapi pertanyaan tersebut, Adrian menyebutkan, RSUD tentunya memiliki pertimbangan sendiri dalam memberlakukan  peraturan tersebut.

“Pasien di rumah sakit tentunya ingin cepat sehat dan kembali berkumpul bersama keluarga di rumah. Apabila jam besuk ini tidak dibatasi, pasien yang butuh istirahat akan terganggu. Selain itu, peraturan ini juga bertujuan untuk meminimalisir pencurian dan kehilangan di lingkungan rumah sakit” terang Adrian pada jemaah.(rel/Dodi Syah Putra)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*