Lima Camat Berprestasi Jalani Uji Kompetensi

Lima Camat Limapuluh Kota ikuti uji kopetensi dalam sidang utama pimpinan pratama di Aula Kantor Bupati.

Lima Camat Limapuluh Kota ikuti uji kopetensi dalam sidang utama pimpinan pratama di Aula Kantor Bupati.

Limapuluh Kota, PADANG-TODAY.com-Tuntutan daerah terhadap disiplin, kompetensi dan wawasan pejabat struktural sebagaimana yang digembar-gembor pasangan kepala daerah Limapuluh Kota, Irfendi Arbi-Ferizal Ridwan perlahan mulai diberlakukan. Para pejabat yang memegang wewenang sebagai pemangku kebijakan di kecamatan kini diwajibkan, memiliki kompetensi serta wawasan yang mumpuni.

Sepanjang Kamis (28/4) kemarin, Pemkab menggelar Sidang Istimewa Pimpinan Pratama, untuk menguji kompetensi para camat berprestasi di Limapuluh Kota. “Sidang ini tidak hanya menguji kompetensi camat, tapi untuk mengasah wawasan seluruh pejabat eselon II dan III. Mereka yang juara, nanti akan mewakili Limapuluh Kota di Provinsi, terkait penilaian kompetensi camat,” kata Wakil Bupati Limapuluh Kota, Ferizal Ridwan, kemarin.

Pelaksanaan sidang Istimewa tahap II itu, tak ubah seperti pergelaran sidang senat yang digelar di universitas bagi para mahasiswa. Saat itu, Wabup yang ditunjuk sebagai Penguji Istimewa, bahkan menyempatkan diri mengenakan baju kebesaran kepala daerah, sebagai simbol untuk mengangkat marwah dan wibawa para camat yang mengikuti uji kompetensi.

Sidang Istimewa Pimpinan Pratama dipimpin oleh Sekretaris Daerah, Yendri Tomas. Hampir seluruh pejabat eselon II, mulai dari asisten hingga kepala SKPD, terlihat antusias karena dilibatkan dalam pengujian terhadap 13 camat di Limapuluh Kota. Pada sidang tahap pertama yang digelar beberapa waktu lalu, dari 13 camat yang diuji, panitia menjaring 5 camat berprestasi.

Adapun mereka, yang mengikuti pengujian tahap II kemarin, meliputi Alfian (camat Kapur IX), Rahmad hidayat (camat Bukik Barisan), Riki Edward (camat Suliki) Aimel Nazra (camat Payakumbuh) dan Andriyasmen (camat Pangkalan). Sesuai teknisnya, para camat satu-persatu diberi waktu 10 menit menyampaikan pemaparan, terkait situasi dan kendala, serta upaya yang sudah dilakukan di wilayah kerja masing-masing.

Tak hanya sendiri, para camat juga diminta didampingi oleh istri, sebagai ketua TP PKK di kecamatan. Masing-masing penguji dari kepala SKPD, diberi kesempatan memberikan pertanyaan kepada para camat, terkait fungsi dan pelaksanaan kerjanya. Ferizal menyebut, kompetensi kepala pemerintahan di tingkat kecamatan sangat penting, sebagai upaya penguatan daerah.

“Kita ingin melihat seberapa jauh kemampuan dan program kerja yang sudah berjalan dan terealisasi di kecamatan. Termasuk mensinkronisasi visi-misi daerah yang ingin kita jalankan ke depan. Ini bagian dari evaluasi dan pembinaan kepemimpinan, bagaimana membuat perubahan dan melakukan perbaikan ke depan,” tutur Ferizal Ridwan Ridwan.(rel/dsp)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*