Lima Puluh Kota Tekadkan, Stop Rokok Ilegal

Lima Puluh Kota Tekadkan, Stop Rokok Ilegal

Advertisements

Lima Puluh Kota, PADANG-TODAY.com-Sinergi antar instansi dan lintas sektoral dalam memberantas rokok ilegal. Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Lima Puluh Kota Fitma Indrayani, SH membuka Sosialisasi Stop Rokok Ilegal di Kabupaten Lima Puluh Kota yang dilaksanakan di Aula UDKP Kantor Camat Suliki, Rabu (26/6/2019).

Melalui Kantor Pengawasan dan Pelayanan  Tipe Madya Pabean B Teluk Bayur dan Pemerintah Daerah berkewajiban memberikan informasi kepada masyarakat tentang bahaya dan akibat hukum mengkonsumsi, membeli dan mengedarkan rokok ilegal.

Peserta Sosialisasi terdiri dari Wali Nagari, masyarakat dan penjual rokok di Kecamatan Suliki, Bukik Barisan dan Gunuang Omeh. Juga utusan dari Tujuh Kecamatan di Kabupaten Lima Puluh Kota.

“Rokok merupakan produk legal, tapi rokok ilegal lebih banyak beredar dikarenakan murah dan rasanya sama dengan yang legal yang ada cukai,” kata Fitma Indrayani. Hal ini tentu dapat merugikan keuangan negara dan juga berdampak buruk terhadap kelangsungan hidup petani tembakau.

Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan  Tipe Madya Pabean B Teluk Bayur Hilman Satria, MM mengatakan, hasil survei rokok ilegal nasional 2018, menyatakan  Sumbar merupakan salah satu provinsi dan Kabupaten Lima Puluh Kota dengan peredaran rokok ilegal terbesar.

Setiap orang yang menjual rokok ilegal dalam jumlah berapapun dapat dikenakan sanksi pidana berupa pidana penjara maksimal lima tahun dan pidana denda paling banyak 10 kali nilai cukai yang seharusnya dibayar.

“Oleh karena itu, diharapkan kepada siapapun tidak menjual rokok ilegal,” katanya.

Berkaitan dengan hal itu, Hilman Satria dan jajaran gencar melakukan berbagai strategi pengawasan untuk menekan peredaran rokok ilegal seperti sosialisasi, penyidikan, pemberian saksi, serta membangun kominikasi sinergi dengan pihak terkait,” katanya.

Dijelaskannya, bentuk sosialisasi yang dikatakannya seperti mensosialisasikan anti rokok ilegal diberbagai tempat penjualan eceran dengan memberikan informasi mengenai ciri-ciri rokok ilegal, imbauan untuk tidak menjual rokok ilegal, dan penempelan stiker “stop rokok ilegal”.(rel/Dodi Syahputra)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*