Lima Tersangka Curat Berhasil Diringkus Jajaran Polsek Padang Panjang

Tersangka Curat bersama jajaran Mapolsek Padang Panjang.

Tersangka Curat bersama jajaran Mapolsek Padang Panjang.

Advertisements

Padangpanjang, PADANGTODAY.com-Pasca penangkapan tersangka pelaku pencurian tabung gas oleh Polsek Batipuh beberapa waktu lalu, kali ini gilirang Polsek Kota Padangpanjang meringkus lima pelaku tindak puciran dengan pemberatan (curat) di kawasan Pasar Usang sekitar pukul 02.15 WIB, Jumat (17/4) dini hari kemarin.

Kapolsek Kota Padangpanjang, Iptu Yulandi menyebutkan pihaknya berhasil mengungkap tindak kejahatan curat di wilayah hukumnya itu berangkat dari laporan Brigadir Budi selaku Babinsa kelurahan yang berpatroli bersama masyarakat sekira pukul 02.00 WIB dini hari. Berdasarkan laporan tersebut, satu unit patrol bersama Nitreskrim Polsek langsung meluncur ke lokasi.

“Kami menerima laporan adanya dua unit kendaraan bermotor (ranmor) yang tampak mecurigakan mondar-mandir di kawasan Silaing. Kecurigaan yang disampaikan Babinsa, terbukti setelah diketahui adanya dua unit ranmor berplat luar Padangpanjang serta 5 remaja tanggung tengah duduk di salah satu warung di Kelurahan Pasar Usang,” terang Yulandi didampingi Kanit Reskrim Ridwan Jamal kepada padangtoday di Mapolsek, Minggu (19/4).

Berdasaran keterangan sementara terhadap penyidik, tersangka mengakui perbuatan tindak kriminal pencurian pada dua titik di kawasan Silaing Bawah. Masing-masing upaya pengupakan kedai di Simpang SMPN 2 Padangpanjang dan kedai di samping SDN 12 Silaing Bawah. Namun dari dua aksi tersebut, tersangka hanya berhasil mengutip satu unit mesin obras yang berada dalam kedai di lokasi ke dua.

Yulandi menyebutka tersangka pencurian yang tengah menjalani pemeriksaan tersebut, empat di antaranya masih bawah umur. Masing-masing RD, 20, MM, 17, SP, 17, RN, 17 dan AD, 17, selain juga beraksi di wilayah hukum Polsek X Koto juga diketahui terlibat di sejumlah titik di Kota Bukittinggi dalam rentang waktu dekat ini.

“RD sebagai inisiator pada sejumlah aksi yang telah dilakoni mereka, merupakan seorang pemilik bengkel ranmor di Bukittinggi. Ke empat kawanan curatnya itu, saling kenal dan ada yang merupakan pekerja di bengkel tersebut. Bahkan MM selain pekerja di bengkel RD, juga berencana akan turun dalam balap motor pekan depan di salah satu daerah di Sumbar ini,” tutur Ridwan menambahkan.

Sementara tersangka SP kepada Padang Ekspres mengungkapkan, dirinya baru bergabung dengan RD sejak awal tahun 2015. Sejak saat itu, SP mengaku terlibat pada aksi pencurian di lima lokasi dengan hasil pencurian terbesar berupa mesin kompresor di Bukittinggi. Akan tetapi, laki-laki putus sekolah sampai di jenjang Kelas XII STM di Bukittinggi itu mengaku baru menikmati uang sebesar Rp150 ribu dari pembagian hasil penjualan kompresor.

“Saya baru ikut-ikut dibawa RD sejak awal tahun. Selama itu dengan 5 kali aksi, baru mencoba Rp150 ribu dari penjualan kompresor. Sementara untuk hasil pencurian lainnya, habis begitu saja untuk berjalan memantau target berikutnya,” tutur SP yang kesal setelah DO dari sekolah karena berselisih paham dengan guru bidang studi.

Selain ke lima tersangka pelaku tindak kriminal curat tersebut, Kapolsek Yulandi juga menyampaikan pihaknya telah mengamankan barang bukti yang dipergunakan sebagai alat pada saat beraksi. Masing-masing dua unit ranmor, yakni Vario BA 4775 LY dan Mio BA 2277 LN, linggis, pisau serta satu unit mesin obras hasil pencurian.

“Saat ini ke lima tersangka masih dimintai keterangan untuk pengembangan lebih lanjut. Hasil sementara, mereka juga terlibat pada dua TKP di wilayah Polsek X Koto dan sedikitnya 8 TKP di wilayah hukum Polres Bukittinggi,” pungkas Yulandi. (nto)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*