Makasar Gelar Table Top Guna Promosi Wisata

Ketua DPP ASITA, Asnawi Bahar ketika kegiatan Table Top dilakukan BPPD Maskasar. Kegiatan guna mempromosikan objek wisata Kota Makasar di Padang.

Advertisements

  Padang-today.com – Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Kota Makasar, Sulawesi Selatan menggelar pasar wisata “Table Top” guna menujang promosi wisata.

“Ini kegiatan menjual potensi pariwisata daerah lewat ajang Table Top potensi wisata yang mempertemukan buyer domestik dan internasional,”kata Ketua Umum Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita) Asnawi Bahar di Padang.

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut diikuti sedikitnya 50 agen perjalanan dan 40 hotel dari Makasar.

Acara ini langsung dihadiri senior kami, Andi Ilham Mattalata, Ketua PHRI Sulawesi Selatanl Anggiat Sinaga, Kepala BP2M Ibu Iin Yusuf Majid, Ketua PHRI Kota Makassar, Ketua ASITA Sulawesi Selatan, Ketua Asita Sumbar dan Ketua PHRI Sumbar serta Ketua HPI Sumbar.

    “Agenda semacam ini demi memaksimalkan objek wisata yang dimiliki agar makin dikenal dan ramai dikunjungi oleh pelancong nasional dan mancanegara,”ungkapnya.

Diharapkan,peserta pasar wisata nasional itu dapat melakukan kerja sama dengan berbagai perusahaan dan travel agent yang ada di Makasar, terkait kegiatan kepariwisataan.

    “Tentu mengarah kepada peningkatan kunjungan wisatawan, dan berorientasi kemajuan di sektor ekonomi,” ujarnya.

Momentum itu juga akan dimanfaatkan untuk memperluas jaringan kerja sama Asita Sulawesi Selatan dengan Asita dari provinsi lain.

“Bagaimanpun juga pariwisata peluang cukup besar bagai ekonomi,”imbuh Asnawi Bahar.

    Asnawi menyatakan, seharus Badan Promosi Wisata Sumbar dapat melakukan hal sama guna menggenjot pariwisata di Sumbar.

“Sumbar cukup banyak objek wisata bisa dijual namun belum tergarap secara maksimal,”katanya.

Sepatutnya mengadopsi kiat daerah lain dalam mempromosikan dan menjual sektor wisatanya.

   “Intinya, harus aktif jemput bola. Salah satunya menggelar table top pariwisata, dengan mengundang buyer baik lokal dan mancanegara,”ujar Asnawi Bahar.

    Sebagaimana diketahui kegiatan “Table Top” merupakan kegiatan Business to Business (B2) yang berbentuk pasar wisata, mempertemukan sellers dan buyers secara langsung. Para sellers biasanya datang dari sejumlah sektor pariwisata, yaitu perhotelan, maskapai penerbangan, pengelola obyek wisata, pusat perbelanjaan, sektor transportasi, dan biro perjalanan wisata.


Bentuk kegiatan Table Top ini ketika para seller—dalam hal ini pemilik usaha sektor pariwisata— akan ditempatkan pada meja dan buyer berkeliling dari satu meja ke meja yang lain dengan waktu yang telah ditentukan oleh panitia dalam rentang lima menit. Selama berhadapan dalam satu meja, para seller mempresentasikan produk dan menawarkan paket kepada para buyer yang kebanyakan dari travel agent.

    “Table Top menjadi jembatan untuk para seller dan buyer bertemu dan mereka dapat follow up dan melakukan transaksi,”jelas Asnawi Bahar.(der)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*